Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Pidato tema pahlawan


Assalamualaikum, wr. wb
Saudara-saudara,
Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato berjudul “Hari Pahlawan”.
Pidato ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme sangat penting dalam mengembangkan negara kita. Tanpa sikap tersebut, maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup.
Saudara – saudara
Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Hari Pahlawan juga menunjukkan bahwa para pendahulu kita telah segala sesuatu dikorbankan untuk membangun negara ini.

Hari Pahlawan diambil dari sejarah pertempuran di Surabaya. Itu ketika
orang-orang kita melawan Belanda dan pasukan Sekutu dengan tujuan perjuangan
Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari 100.000 orang Indonesia yang terlibat di pertempuran melawan Sekutu yang diperkirakan lebih dari
30.000 tentara. Setidaknya 16.000 orang Indonesia meninggal, sedangkan di pihak musuh hilang
2.000 prajurit. Pertempuran itu merupakan pertempuran terberat dalam revolusi dan
menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia. Dianggap sebagai upaya heroik oleh
Indonesia, pertempuran membantu rakyat kita mendapatkan dukungan internasional untuk
Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November kemudian
dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.

Pertempuran di Surabaya adalah salah satu pertempuran yang terjadi di negara kita selama
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk darah mereka dan kehidupan. Mereka berdedikasi, kepahlawanan mereka, patriotisme dan nasionalisme untuk negara ini.
Ada pepatah: negara besar adalah negara yang menghargai semua pahlawan-nya. Kita
sering mendengar tentang hal itu. Kita tahu bahwa tanpa pengorbanan pahlawan , tidak akan ada negara ini. Kemerdekaan Indonesia tidak diberikan oleh kolonialis tersebut.

Saudara – saudara
Saat ini kita hidup di negara kemerdekaan. Tidak ada lagi pertempuran melawan
penjajah. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti berjuang. Ada banyak jenis
perjuangan yang harus kita lakukan. Berjuang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme
adalah beberapa contoh perjuangan. Kita harus tetap semangat kepahlawanan, patriotisme
dan nasionalisme di negara berkembang ini. Itulah cara kita menghargai pahlawan kita.

Saudara-saudara;
Saya pikir itu semua pidato saya. Mari kita terus semangati pahlawan kita, mari kita lanjutkan perjuangan. Terus berjuang … untuk negara kita, untuk masa depan yang lebih baik!
Terima kasih banyak atas perhatian Anda.
Wassalamu’alaikum Wr.wb

I'M your heart

Bel berbunyi tanda waktunya masuk untuk Lisa dan teman-temannya. Lisa masuk kekelas XII IPA1 dimana dia memulai aktifitas belajarnya disana setiap hari. Lisa adalah anak yang cerdas, tapu dia pendiam. Suatu harri ada murid baru bernama Rakha dia peindahan dari Bandung, dia ganteng, berkulit putih, dia juga atlit basket tidak heran kalau banyak wanita yang menyukainya terutama Lisa.
       Lisa berpikir Rakha pasti tidak ingin dekat dengan Lisa karena dia “Cupu”. Tapi Lisa salah Rakha malah memilih duduk dengannya dari pada dengan yang lain. Jantung Lisa berdebar-debar saat Rakha duduk disebelahnya. Waktu istirahat tiba dan Lisa di ajak teman-temannya kekantin. Saat di kantin mereka membicarakan Rakha.
       “Eh, tuh murid baru ganteng juga ya !” kata Rini.
       “Ia bener mau dong jadi pacanya” kata Ribka. Dinda melihat Lisa sedang melamun dan mengejutkanya “Woi Lisa bengong mulu kesambet loh, lagi mikirin Rakha ya !”.
       “Nggak kok” bantah Lisa.
        “Masa sih kita nggak pernah liat loe kaya gini !” kata Dinda. Lalu orang yang sedang mereka bicarakan datang dan menghampiri mereka. “Aku boleh duduk disini nggak ?” Tanya Rakha.
        “Oh iya  boleh silahkan aja, yak an Lis !” kata Ribka menyindir Lisa. Wajah Lisa terlihat memerah, dan Lisa jadi salah tingkah.
        Saat pulang Lisa diam didepan gerbang menunggu jemputannya. Tapi jemputan yang ditunggu tak kunjung datang tiba-tiba Rakha datang dengan motor ninjanya dan menawarkan Lisa pulang “Lisa belum pulang ?”.
        “Iya belum gue lagi nunggu jemputan dulu tapi belum datang” kata Lisa dengan gugup
        “Ya udah bareng aku aja lagian udah sore nih !” ajak Rakha. Tidak lama kemudian orang tua Lisa mengabarkan bahwa orangtuanya tidak bisa menjemputnya dengan terpaksa tapi juga senang Lisa menerima ajakan Rakha.
        Saat di perjalanan Lisa hanya bisa diam dan mengagumi rakha, tiba-tiba ada anak kecil yang menyeberang membuat Rakha mengerem mendadak sontak saja Lisa langsung memeluk pinggang Rakha dengan erat Rakha terkejut dengan apa yang di lakukan Lisa tapi Rakha tahu kalau itu tidak sengaja. Rakha hanya diam saat pinggangnya dipeluk Lisa, Lisa yang menyadari hal itu dengan cepat lepaskan pelukannya. Sesampainya dirumah Lisa, Rakha di ajak masuk oleh Orang tua Lisa “Ayo masuk dulu Rakha” ajak mama Lisa.
        “Iya makasih tante, tapi udah malem saya nanti di cariin orang tua saya” kata Rakha.
        “Oh ya udah tapi hati-hati ya Jakarta kalo malem bahaya ya kan Lisa” kata mama Lisa.
        “Hah ! iya ma !” kata Lisa terkejut dan Rakha hanya bisa tersenyum melihat itu. Lalu Rakha pamit pulang “Tante saya pulang dulu ya !”.
        “Oh yak ha !” kata mama Lisa.
        “Rakha makasih ya maaf ngerepotin, hati-hati ya” kata Lisa dengan malu. Lalu Rakha pulang, Lisa masuk kedalam kamar terdiam dan memikir kejadian tadi sore dan membuat lisa tidak bisa tidur.
        Satu bulan sudah berlalu kejadian itu tidak bisa dilupakan Lisa, saat Lisa di perpustakaan membaca buku “Lisa bisa ikut aku nggak sebentar” ajak Rakha.
        “Iya kemana ?” tanya Lisa.
        “Ikut aja deh” kata Rakha. Rakha membawa Lisa kesebuah tempat yang sepit dan Rakha mengeluarakan pisau, bunga dan sepasang cincin “Lisa kamu mau nggak jadi pasangan hidupku untuk sekarang sampai nanti ajal menjemput, untuk jawabanya kamu bisa memilih ketiga benda ini ?” kata Rakha. Lalu Lisa mengambil pisau dan itu berarti Lisa menolaknya “Berarti kamu nggak mau ya” kata Rakha.
        “Bukan gitu kha pisau ini aku ambil untuk menusuk bunga itu dan itu berarti hanya ada satu benda tersisa dan aku hanya memilih benda itu” kata Lisa sambil memperaktekan apa yang ia bicarakan. “Itu berarti kamu mau jadi pacar aku ?” tanya Rakha.
        “Iya kha” jawab Lisa sambil tersenyum. Akhirnya mereka berpacaran dan kabar itu tersebar dengan cepat disekolah. Sejak saat itu Lisa mulai menuliskan cerita sehari-harinya dengan Rakha di dairynya dan menitipkanya kepada mamanya.
        Akhirnya pada saat setelah kelulusan Lisa dan Rakha masih berpacaran dan mereka berdua lulus UAN. Pada seminggu menuju acara perpisahan Lisa dan teman-temanya sedang berkumpuul “Lis selamet ya dapet passing gread paling besar !” kata Dinda.
        “Iya makasih ya guys, nggak nyangka gue kalo bakal dapet paling besar rata-ratanya” kata Lisa.
        “Ah loe sih Lis gue jadi nggak dapet tempat yang pertama jadi nya yang kedua” kata Ribka meledek Lisa.
        “Ah itu sih loe aja yang teledor” ledek Rini kembali.
        “Hahaha hus Rin loe jangan buka kedok ah malunih gue” kata Ribka.
        “Hahaha, oh ya guys minggu depan kan perpisahan gimana uda siap ?” kata Dinda.
        “Yah itu sih kalo gue nggak usah ditanya  pasti siap-siap aja udan maksimal lagi persiapanya” kata Rini.
        “Kalo loe Lis” tanya Dinda.
        “Gimana ya gue bingung nih belom ada persiapan geu kan nggak tau apa dengan fashion”  kata Lisa.
        “Itu sih soal gampang kan kita lebih tau dari pada loe so gimana kalo kita makeover loe !” kata Rini. Akhirnya seminggu itu mereka berusah “makeover” Lisa.
        Pada saat hari ‘H’ Lisa sudah siap dengan persiapannya, malam nya Lisa datang menggunakan dress bersama teman-temannya. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian orang yang disitu dan Rakha menghampiri Lisa “Hi my princess kamu keliatan cantik malam ini, tapi setiap hari kamu juga cantik sih hehehe” kata Rakha.
        “hahaha kamu bisa aja sih, oh ya kesana yuk !” ajak Lisa ke tempat pesta. Malam itu semua anak kelas XII merayakan kelulusan mereka semua dengan bahagia. Pada saat tengah malam Rakha mengajak Lisa pergi ketaman “Lis kamu tau nggak apa yang aku takut kan !” kata Rakha.
        “Emang takut kenapa ?” tanya Lisa.
        “Aku takut kehilangan kamu dan aku nggak tau harus gimana kalo hal itu terjadi” kata Rakha.
        “Kha kamu nggak usah khawatir itu sih urusan tuhan lagian manusia nggak ada yang kekal abadi makanya kamu nggak usah khawatir kalo misalnya aku nggak ada disisi kamu aku akan tetap ada di perasaan kamu” kata Lisa. Tiba-tiba ada yang memanggil mereka untuk masuk lagi ketempat pesta.
        Malam pun semakin larut dan pesta pun sudah selesai mereka pulang. Lagi-lagi Lisa menunggu jemputannya didepan gerbang sekolah, Rakha pun menemani Lisa dan mengobrol. Saat jemputan Lisa sudah datang, Lisa pun menyeberang tapi tiba-tiba dari arah kanan ada mobil dengan kecepatan tinggi dan menarak Lisa. Mobil itu lalu kabur meninggalkan Lisa yang terkapar di jalan. Rakha dan orang tua Lisa pun kaget dengan kejadian itu, dan langsung menghampiri Lisa “Lis lis bangun bangun” kata mama Lisa. Lalu Lisa dibawa ke Rumah Sakit dengan keadaan tidak sadar.
        Sampai di Rumah Sakit mereka lalu menunggu berita dari dokter. Saat dokter keluar dari ruang UGD dan menghampiri mereka “Maaf kami tidak bisa menolong Lisa kembali” kata doter.
        “Apa dokter !” kata mama Lisa terkejut dan pingsan.
        “Dok tolong Lisa dok plis dok tolong” kata Rakha.
        “Maaf de saya tidak bisa menolong lagi” kata dokter sambil meninggalkan mereka.
        Kesokannya, sebuah bendera kuning terbentang didepan pagar rumahnya dan seisi rumah terseduh-seduh menangisi jasat Lisa yang terbujur kaku didepan mereka. Pagi telah berlalu dan siang pun tiba, jasat Lisa dimakamamkan di Tempat Pemakaman Umum. Seminggu telah berlalu, mama Lisa memanggil Rakha kerumah “Silahkan masuk kha!”.
        “Iya tante ada apa ?” tanya Rakha.
        “Gini Kha ada seusuatu yang ingin tante perlihatkan kepada kamu” kata mama Lisa sembari memberikan sebuah buku diary milik Lisa. Rakha membuka dan membaca semua isi buku diary Lisa pada akhir catatan Lisa tertulis sebuah pesan untuk Rakha yang berisi:
I’m your heart
Kamu harus bisa menjadi diri kamu sendiri, walau aku tidak ada disisi kamu tapi aku akan ada di hati kamu. Dan misalkan aku tak ada kamu harus menjadi yang terbaik untuk kamu.
        Membaca pesan itu Rakha hanya bisa terdiam, dan pulang muka yang lesu. Hari-hari pun berlalu, Rakha memutuskan untuk kuliah di Sidney dan meninggalkan Indonesia untuk waktu yang lama. 


By : Chandra P

Penyesalan


Aldo adalah seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Ia adalah pria yang sangat pintar, sopan, baik hati, dan dermawan. Ia punya seorang sahabat wanita yang sangat dekat dengannya, nama wanita itu adalah Rini. Mereka bersahabat semenjak SMA. Sifat Rini sangat mirip dengan Aldo. Di SMA mereka selalu menempati peringkat tiga besar di kelasnya. Anehnya, Aldo selalu berada dibawah Rini. Selain itu, mereka berdua juga mengikuti organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Persahabatan tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Di perguruan tinggi, mereka masih aktif di organisasi bidang kemanusiaan tersebut. Walaupun tak seaktif dulu. Kemanapun, mereka selalu bersama.
Suatu hari ketika keduanya sedang duduk berdua di kantin kampus mereka, ada sesuatu yang berbeda dari mereka. Biasanya obrolan mereka ngelantur kemana-mana. Tapi hari itu mereka berdua terlibat obrolan serius.
            “Kita bersahabat sejak SMA kan?” tanya Aldo pada Rini.
            “Iya! Terus kenapa?” Rini balik bertanya.
            “ Apa kamu gak bosen kita sahabatan terus?”
            “Maksud kamu, kamu bosen sahabatan sama aku?” kata Rini sambil agak sedikit marah.
            “Eh, eh.... bukan begitu! Maksud aku apa gak sebaiknya ada hubungan yang lebih dari itu diantara kita?” tanya Aldo.
            “Maksudnya kita pacaran?” tanyanya lagi dengan agak kaget dan sedikit malu.
            “I, I, Iya” jawab Aldo. “Kamu mau gak jadi pa..pa...pacar aku?”
            “Aduh gimana ya?” jawab Rini ragu-ragu.
            “Please....!” pinta Aldo.
            “Iya deh aku mau.” jawab Rini dengan pasti.
Akhirnya semenjak saat itu mereka resmi berpacaran. Hubungan mereka makin dekat dan makin serasi.
Suatu hari, saat mereka sedang berdua, tiba-tiba Rini merasa sangat pusing. Aldo panik melihatnya.
            “Kamu kenapa?” tanya Aldo.
            “Gak, gak apa-apa!” jawab Rini.
            “Tapi, muka kamu pucat! Mau aku bawa ke rumah sakit?” kata Aldo.
            “Udah gak usah. Aku gak apa-apa.” jawab Rini.
            “Ya udah sekarang aku antar kamu pulang”
Akhirnya, Aldo mengantarkan Rini  pulang. Sesampainya di Rumah Rini, Aldo menyuruh Rini istirahat dan menyuruh Rini untuk meneleponnya bila ada apa-apa. Rumah Rini memang kosong karena orang tuanya sedang pergi ke luar negeri.
Keesokan harinya, Rini menelpon Aldo. Rini meminta Aldo untuk mengantarnya ke rumah sakit. Di RS, Rini diperiksa keadaannya oleh dokter. Pemeriksaan berlangsung lama. Entah apa yang diperiksa. Setelah beberapa lama, dokter pun keluar dengan muka serius dan mengajak Aldo membicarakan keadaan Rini. Sedangkan Rini masih berbaring di ruang periksa. Saat itu terjadi obrolan serius antara dokter dan Aldo.
            “Dok, bagaimana keadaan Rini?”
            “Sebentar ya. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ternyata terdeteksi ada sel-sel kanker di otak saudara Rini.” jelas dokter.
            “Astagfirullah. Apakah itu benar dok?” tanya Aldo dengan kagetnya.
            “Memang begitu  hasil pemeriksaannya. Keadaan saudara Rini harus selalu dijaga dengan baik. Karena, dengan badan yang  fit sel-sel kanker itu mungkin dapat ditangani.” jelas dokter. “Tapi, saran saya hal ini jangan diberitahukan dulu pada saudara Rini karena dapat membuat mentalnya down.” tambah dokter.
            “Baik Dok, saya akan menjaganya.”
Hari demi hari, Aldo selalu menjaga keadaan Rini tanpa memberitahukannya pada Rini. Aldo hanya bilang pada Rini bahwa Rini hanya kecapean dan harus banyak istirahat. Makin lama, perhatian Aldo pada Rini makin berlebihan. Hal ini membuat Rini curiga tentang keadaan dirinya. Akhirnya Rini bertanya tentang keadaan dirinya pada Aldo. Rini meminta kejujuran dari Aldo.
            “Sebenarya aku ini kenapa sih?” tanya Rini.
            “Kamu hanya kecapean saja.”
            “Aku mau minta kejujuran kamu Do, tidak mungkin kamu over protective  gini sama aku kalau aku hanya sakit biasa!” desak Rini.
            “Kalo aku bilang gak ada apa-apa, ya gak ada apa-apa!” bentak Aldo.
            “Kok kamu gitu sih sama aku? Apa maksud kamu?” tanya Rini dengan sedikit sedih.
            “Maaf Rin, aku gak bermaksud gitu. Aku cuma khawatir pada kamu.” jawab Aldo.
            “Kalau kamu mau aku menuruti kata-kata kamu, aku mohon beritahu aku tentang semua yang kamu sembunyikan. Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari aku.” pinta Rini pada Aldo.
            “Baikah aku akan meberi tahu tentang penyakitmu. Tapi kamu harus janji agar kamu mau menuruti semua nasihatku demi kesehatanmu.”
            “Baiklah.”
            “Sebenarnya kamu menderita kanker di otakmu dan seharusnya aku tidak boleh memberitahukan ini padamu.”
            “Be...benarkah?” tanyanya dengan perasaan kaget dan kemudian terdiam selama beberapa saat.
Akhirnya hari itupun berlalu. Aldo mengantar Rini pulang kerumahnya. Aldo menjaga Rini sampai orang tuanya pulang malam harinya. Aldo berpesan pada Rini agar tidak kemana-mana. Tapi ketika Aldo berjaga dan kemudian tertidur di ruang tamu, Rini mengendap-endap keluar menuju rumah sakit dan tidak menghiraukan nasihat dari Aldo. Ia ingin memastikan keadaannya pada dokter yang dulu memeriksanya karena ia tidak percaya bahwa dirinya terkena kanker.
Akhirnya sampailah ia di rumah sakit. Ketika ia mencari dokter yang waktu itu memeriksanya, tiba-tiba ada seorang perawat yang waktu itu juga memeriksanya.
            ”Mba! Mba yang waktu itu saya periksa kan?” tanya perawat itu.
            “Iya, ada apa ya Sus?”
            “Maaf mba, waktu itu kami salah memberikan diagnosa. Diagnosa hasil pemeriksaan mba tertukar dengan pasien lain dan mba hanya mengalami kecapean saja.” jelasnya.
            “Benarkah? Alhamdulillah.”
Akhirnya ia kembali ke rumahnya di malam hari. Ketika sampai, orang tuanya telah pulang dari Luar Negeri. Ia memeluk kedua orang tuanya. Ia memberitahukan kabar gembira yang ia miliki. Tapi setelah Rini memberitahukan pada Ibunya, ibunya menangis. Rini heran.
            “Ma, kok nangis? O ya Aldo dimana?” tanya Rini.
            “Rin, tadi ketika kami pulang ada Aldo disini lalu kemudian ia mencarimu. Ia sangat khawatir padamu. Ia mencarimu keluar. Tapi sepuluh menit yang lalu ada kabar bahwa Aldo kecelakaan dan meninggal seketika karena ia jatuh dari motornya ketika ia mencarimu.” Jelas orang tua Rini.
Rini terdiam lemah mendengar cerita itu. Ia menangis sejadi-jadinya. Orang tuanya pun segera menenangkan Rini. Kesokan harinya tibalah hari pemakaman Aldo. Di pemakaman, Rini menangis lagi dan menghampiri makam Aldo dan meminta maaf pada Aldo karena telah melanggar janjinya untuk menuruti nasihat Aldo. Ia menganggap bahwa kematian Aldo diakibatkan karena ia tidak menuruti Aldo. Rini menyesali perbuatannya tersebut. 

 By : Fajar Z

Rekayasa Genetika

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Rekayasa Genetika sebagai Alat untuk Meningkatkat Tingkat Fungsional Makhluk Hidup.”
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa,penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiah meskipun tersusun sangat sederhana.
Tak lupa penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung, yaitu :
  1. Allah SWT
  2. Kepala Sekolah R-SMA-BI 1 Baleendah, Bpk. AA. Sudaya. MMpd
  3. Wali Kelas XI IPA 1, Ibu Euis Mimin
  4. Ibu Guru Mata Pelajaran B. Indonesia, Ibu Alis
  5. Orang tua kami yang telah mendukung dalam proses pembuatan karya tulis ilmiah ini
  6. Teman-teman semua yang telah memberikan dukungan
  7. Dan pihak-pihak yang telah membantu
Kami menyadari tanpa kerja sama antara guru pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yamg tersebut diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini. Kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar bisa membuat yang lebih baik lagi.
Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Dan tidak menyalahgunakan rekayasa genetika untuk hal-hal yang negatif.
Bandung,   Maret 2011
Penulis

BAB I
Pendahuluan
  1. A.    Latar Belakang
Perkembangan IPTEK adalah sebuah fenomena dan fakta yang jelas dan pasti terjadi sebagai sebuah proses yang berlangsung ecara terus-menerus bagi kehidupan global yang juga yang tidak mengenal istilah berhenti. Hal ini senada dengan diungkapkannya oleh Ibnu Khaldum dalam mukaddimahnya “Tidak ada masyarakat yang tidak berubah” dengan demikian dalam merespon perkembangan IPTEK, menghenrikan jalannya perubahan adalah pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan. Rekayasa Genetika akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup drastis dan meminta perhatian yang cukup serius dikalangan manusia pada umumnya.
Sebab selain kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan member manfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan, juga memunculkan persoalan-persoalan yang mendasar yang perlu dicermati lebih serius guna mengawal perkembangan bioteknologi di masa mendatang
melalui rekayasa genetika dan produk-produk yang dihasilkannya telah menantang gagasan tradisional mengenai hakekat kehidupan dan memunculkan berbagai persoalan, pertanyaan-pertanyaan etis, dan tingkat kekhawatiran manusia yang sangat mencemaskan terhadap seluruh perkembangan dan hasil rekayasa genetika tersebut.
Jika dianalisa kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  yang telah dicapai dewasa ini, seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup sehingga menghasilkan kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya. Akan tetapi, kenyataan taklah demikian, terkadang penemuan ini dijadikan ajang pemanfaatan makhluk hidup. Banyak sekali penemuan genetika yang tidak masuk akal yang menyebabkan spesies baru yang tercipta kehilangan nilai gunanya bagi kehidupan.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
  1. Tujuan Umum
  2. Untuk mengetahui apa keuntungan rekayasa genetika bagi kehidupan manusia sekarang ini
  3. Untuk mengetahui sejauh mana rekayasa genetika sudah berkembang.
  4. Untuk mengetahui mengapa rekayasa genetika diperlukan dalam melaksanakan perkembangan kehidupan makhluk hidup
  5. Untuk mengetahui apa dampak rekayasa genetika terhadap kehidupan makhluk hidup
  1. Tujuan Khusus
Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting rekayasa genetika bermanfaat bagi kehidupan manusia
C. Rumusan Masalah
  1. Apakah yang dimaksud dengan rekayasa genetika ?
  2. Bagaimana perkembangan rekayasa genetika dari masa ke masa ?
  3. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan sebelum melakukan rekayasa genetika ?
  4. Apa manfaat rekayasa genetika ?
  5. Dampak apa saja yang ditimbulkan akibat GMO ?




BAB II
Rekayasa Genetika sebagai Alat untuk Meningkatkan Tingkat Fungsional Makhluk Hidup

  1. A.    Defenisi Rekayasa Genetika
            Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.
Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme, mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga tumbuh-tumbuhan. Bidang kedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi di bidang yang relatif baru ini. Sementara itu bidang lain, seperti ilmu pangan, kedokteran hewan, pertanian (termasuk peternakan dan perikanan), serta teknik lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan bidang masing-masing.
  1. B.     Perkembangan Rekayasa Genetika
Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke-19 ketika seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (pisum sativum), Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan-percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun diakui sebagai Bapak Genetika.
Semenjak saat itu hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas dasar prinsip-prinsip Mendel sangat mendominasi penelitian di bidang genetika. Hal ini menandai berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.
pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya. Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi genetik adalah asam deoksiribonukleat (DNA). Dengan ditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun 1953 oleh J.D. Watson dan F.H.C. Crick dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika molekuler.
Perkembangan penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat dalam satu dasawarsa, maka waktu yang dibutuhkan untuk itu (doubling time) pada genetika molekuler hanyalah dua tahun!  Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an, yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut sebagai rekayasa genetika.
Saat ini sudah menjadi berita biasa apabila organisme-organisme seperti domba, babi, dan kera didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning. Sementara itu, pada manusia telah dilakukan pemetaan seluruh genom atau dikenal sebagai projek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan pada tahun 1990
Sebagai cabang biologi maupun sebagai ilmu-ilmu rekayasa (keteknikan). Dapat dianggap, awal mulanya adalah dari usaha-usaha yang dilakukan untuk menyingkap material yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Ketika orang mengetahui bahwa kromosom adalah material yang membawa bahan terwariskan itu (disebut gen) maka itulah awal mula ilmu ini. Tentu saja, penemuan struktur DNA menjadi titik yang paling pokok karena dari sinilah orang kemudian dapat menentukan bagaimana sifat dapat diubah dengan mengubah komposisi DNA, yang adalah suatu polimer bervariasi.
Tahap-tahap penting berikutnya adalah serangkaian penemuan enzim restriksi (pemotong) DNA, regulasi (pengaturan ekspresi) DNA (diawali dari penemuan operon laktosa pada prokariota), perakitan teknik PCR, transformasi genetik, teknik peredaman gen (termasuk interferensi RNA), dan teknik mutasi terarah (seperti Tilling). Sejalan dengan penemuan-penemuan penting itu, perkembangan di bidang biostatistika, bioinformatika dan robotika/automasi memainkan peranan penting dalam kemajuan dan efisiensi kerja bidang ini.
  1. C.    Langkah-langkah dalam Melakukan Rekayasa Genetika
Langkah-langkah yang dilakukan pada saat akan melakukan rekayasa genetika adalah  sebagai berikut :
  1. Mengidentifikasi gen dan mengisolasi gen yang diinginkan
  2. Membuat DNA/AND salinan dari ARN Duta.
  3. Pemasangan cDNA pada cincin plasmid
  4. Penyisipan DNA rekombinan kedalam tubuh/sel bakteri.
  5. Membuat klon bakteri yang mengandung DNA rekombinan
  6. Pemanenan produk.
  1. D.    Manfaat Rekayasa Genetika
  1. Meningkatnya derajat kesehatan manusia, dengan diproduksinya berbagai hormone manusia seperti insulin dan hormone pertumbuhan.
  2.  Tersedianya bahan makanan yang lebih melimpah.
  3. Tersedianya sumber energy yang terbaharui.
  4.  Proses industry yang lebih murah.
  5.  Berkurangnya polusi.
  1. E.     Dampak-Dampak Rekayasa Genetika
  1. Gangguan terhadap lingkungan
Pola tanam produk pertanian di Indonesia areal kecil dikelilingi oleh berbagai gulma, dengan adanya sifat cross-polination dari GMO maka dikhawatirkan akan bermunculan gulma baru yang lebih resisten.
Tanpa membakar sisa tanaman GMO akan memusnahkan jasad renik dalam tanah bekas penanaman tanaman GMO akibat sifat dari sisa GMO yang bersifat toksis. Jangka panjang akan merubah struktur dan tekstur tanah.
Sifat tanaman GMO yang dapat membunuh larva kupu-kupu, akan memberikan kekhawatiran punahnya kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Seperti diketahui Sulawesi Selatan termasyhur dengan kupu-kupunya.
  1. Gangguan terhadap kesehatan
Satu-satunya gangguan kesehatan akibat penggunaan hasil rekayasa genetika ialah reaksi alergis yang sudah dapat dibuktikan
  1. Gangguan terhadap realigi dan etika
Penggunaan obat insulin yang diproduksi dari transplantasi sel pancreas babi ke sel bakteri, serta xenotransplatation yang menggunakan katup jantung babi ditransplantasikan ke jantung manusia memberikan kekhawatiran terhadap mereka yang beragama Islam.
Indonesia telah mengimpor kedelai dua juta ton dan jagung 1,2 juta ton serta berbagai komoditas lainnya pada tahun 2000 yang diduga mengandung GMO, sehingga sudah dapat dipastikan Indonesia telah mengonsumsi hasil rekayasa genetika. Tetapi, hingga saat ini belum pernah dilaporkan adanya dampak negatif dari penggunaan GMO. Jangankan mendeteksi dampak negatif penggunaan GMO, mendeteksi apakah komoditas yang diimpor mengandung GMO saja belum pernah dilakukan di Indonesia. Justru untuk itulah kami memberanikan diri mengemukakan dugaan kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan dari produk rekayasa genetika.
  1. F.     Pandangan Masyarakat mengenai Rekayasa Genetika
Reaksi yang ditimbulkan masyarakat terhadap rekayasa genetika ada bermacam-macam, baik pro, kontra maupun tidak peduli. Untuk masyarakat awam, mereka tidak peduli apakah makanan yang dimakanannya produk transgenik apa tidak, asal menguntungkan, murah, dan isinya kurang lebih sama dengan produk yang bukan transgenik. Contohnya adalah kedelai. Negara kita mengimpor kedelai transgenik dari amerika yang harganya cukup ekonomis di pasar, sehingga dijadikan bahan baku tempe dan tahu yang dikonsumsi sehari-hari. Dan juga dari buah-buahan impor di supermarket, boleh jadi ada diantaranya yang merupakan produk transgenik namun tidak diberi informasi mengenainya.
Berikut ini adalah pandangan orang yang kontra mengenai produk transgenik dan opini mengenainya :

1. Rekayasa genetika adalah perbuatan tercela, tidak alamiah karena hanya Tuhan yang berhak mengutak-atik gen !
Opini :  Apabila dikatakan perbuatan tercela, kenapa tidak diprotes dari dulu? Sebelum teknologi transgenik ada, orang sudah melakukan berbagai kawin silang utnuk membentuk hibrida. Hasil pertanian yang kita makan adalah adalah benih hibrida hasil pemuliaan. Berbagai ras anjing yang ada sekarang muncul akibat kawin silang dan pemuliaan, dan umpama anjing-anjing itu tidak diketahui selain dari fosilnya, maka orang mungkin mengira itu adalah spesies yang berbeda (dapat dibayangkan, Buldog dengan pudel). Dan sebenanrya hasil kawin silang itu tentu saja jauh lebih banyak banyak yang “gagal”, buruk dan tidak diketahui orang. Hanya sedikit yang bagusnya yang kemudian terus dikembangkan dan dijual untuk berbagai keperluan. Bahkan semenjak jaman dahulu orang sudah menyilangkan kuda dan keledai menghasilkan Baghal yang mandul, dan tidak sejauh yang saya ketahui tidak ada ulama yan gprotes dengan hal ini.
Disamping itu bila rekayasa dikatakan tidak alamiah, maka sebenarnya virus-virus dan bakteri tanah pun melakukan pemindahan gen dari satu spesies ke spesies yang lain. Dan kalau mutasi terjadi pada sel kelamin, bisa diturunkan. Namun mereka melakukannya secara sembarangan tentu saja.
2. Rekayasa genetika menghasilkan kondisi yang tidak bisa dipastikan, dan oleh karena itu membahayakan.
Dalam kenyataannya hasil kawin silang juga menghasilkan kondisi yang tidak dipastikan, dan seringkali hasilnya aneh-aneh juga. Dalam rekayasa genetika, setidaknya orang tahu gen apa yang dirubah atau dimasukkan, dan apa saja efek yang dapat diperkirakannya. Sedangkan dalam kawin silang, sulit diramal ekspresi fenotip yang bakal terjadi dari penggabungan alel yang tidak lazim.
3. Rekayasa genetika menghasilkan produk yang membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan, dan sudah ada buktinya.
Sebenarnya produk rekayasa genetika itu ada sangat banyak dan bila ada beberapa kasus yang benar terjadi, maka tidak mungkin menyama ratakan semuanya. Bahkan ada produk rekayasa genetika yang ditujukan untuk kesehatan seperti produksi gula sehat untuk diabetes dan vaksin yang bisa dimakan. Juga dengan teknologi penghasil insektisida biologis, orang akan mengurangi pengunaan pestisida kimiawi yang berbahaya bagi konsumen dan lingkungan. Bahkan makanan alamiah pun bila dikonsumsi oleh orang yang tidak tepat, bisa menyebabkan alergi, keracunan dan penyakit.
4. Rekayasa genetika adalah imperialisme modal dan kejahatan globalisasi.
Sebenarnya kalau orang mau melakukan imperialisme modal dan kejahatan globalisasi, bukan hanya rekayasa genetika saja yang bisa digunakan, apapun bisa digunakan seperti penjualan produk yang membahayakan kesehatan namun enak, pembuatan regulasi yang menyebabkan ketergantungan konsumen terhadap produk-produk tertentu dan lain-lain. Tapi sebenarnya produk rekayasa genetika bisa juga digunakan untuk kemakmuran masyarkat bila dilakukan oleh pihak dan cara yang tepat. Umpama pembuatan bibit padi yang bisa ditanam di lahan yang kurang subur, pembuatan vaksin murah oleh pemerintah dan sebagainya.
Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas namun karena keterbatasan pribadi, hanya ini opini saya yang bisa ditulis. Intinya adalah, masyarakat harus memperoleh informasi yang benar dan adil, bukan label-label rekayasa genetika, transgenik, organik dan lain-lain yang bisa diartikan macam-macam. Yang terpenting dari suatu tindakan adalah akibatnya, bukan label-labelnya. Kalau kita mendukung habis-habisan produk tertentu dan menolak habis-habisan produk yang lain dengan menambah-nambahi atau mengurang-ngurangi fakta yang ada, maka kita bisa saja secara tak sadar turut mendukung praktek kapitalis dan merugikan masyarakat, walaupun sebenarnya berniat sebaliknya.






BAB III
HASIL REKAYASA GENETIKA

  1. 1.      Rudolph Si Kucing yang Bisa Menyala dan Rekayasa Genetika
Posted on Rabu, 2 Januari 2008 by Yari NK| 28 Komentar
Masih ingat Dolly?? Domba cloning pertama di dunia, yang juga merupakan mamalia pertama hasil cloning-an dari sel somatik*) individu dewasa? Si Domba cloning hasil rekayasa genetika yang lahir di Roslin Institute, Edinburgh, Skotlandia (UK) tahun 1997 ini memang berakhir tragis, si Domba Dolly ini harus di-euthanasia untuk mengakhiri penderitaannya karena di usianya yang tergolong muda (6 tahun) ia menderita berbagai macam penyakit seperti yang diderita oleh domba2 yang sudah tua. Ini karena Dolly di-clone dari seekor domba berusia 6 tahun, dan umur domba seperti Dolly ini normalnya dapat mencapai usia 12-15 tahun.
Walaupun Dolly berakhir dengan cukup ‘tragis’ namun penelitian di bidang rekayasa genetika berjalan terus. Korea Selatan misalnya, negara yang bertekad menumpu perekonomiannya dari sains dan teknologi, baru-baru ini berhasil menyisipkan gen yang dapat membuat seekor kucing menyala jika diekspos dengan sinar ultraviolet. Gambar di atas adalah gambar si Rudolph (nama kucing tersebut). Di sebelah kiri adalah gambar si Rudolph ketika diekspos oleh sinar biasa, dan di sebelah kanan adalah si Rudolph ketika diekspos oleh sinar ulatraviolet. Ahli-ahli genetika yang dipimpin oleh profesor Kong-Il Keun dari Universitas Nasional Gyeongsang berhasil membuat Rudolph si kucing Anggora berwarna putih tersebut menyala di bagian hidung, kelopak mata dan kuping si kucing dengan menyisipkan sebuah gen yang bisa menghasilkan sebuah protein yang menyebabkan si kucing bisa menyala berwarna merah bila diekspos oleh sinar ultraviolet!
Kemajuan Rekayasa Genetika (Genetic Engineering) memang semakin laju, walaupun penerapannya pada manusia pada saat ini masih relatif sedikit. Ahli-ahli genetika di Jepang misalnya berhasil membuat tikus yang tidak takut kepada kucing (walaupun tetap saja dapat dimakan oleh si kucing dan tikusnya tidak kuat seperti dalam film kartun jadul Mighty Mouse). Sedangkan Dr. Cynthia Kenyon, pakar genetika Amerika Serikat yang juga merupakan ketua Masyarakat Genetika Amerika (American Genetics Society) menemukan gen pada sebuah spesies cacing yang mengatur “panjang-pendek”-nya umur si cacing. Ketika gen ini diaktifkan maka si cacing dapat berumur 5 sampai 6 kali lebih lama dari rata umur-umur cacing dengan spesies yang sama. Dr. Cynthia Kenyon yakin bahwa gen “pengatur panjang usia” ini juga ada pada manusia yang kini tengah ditelitinya. Jika gen ini diketemukan pada manusia dan dapat diaktifkan maka usia manusia secara teoritis bisa diperpanjang sampai kira2 berusia 500-600 tahun. Juga Dr. Kenyon yakin bahwa pada manusia juga terdapat gen yang mengatur hibernasi seperti pada beruang kutub yang menyebabkan manusia dapat tidur panjang dengan aman dan tidak memerlukan ‘sumberdaya’ (resources) yang banyak terutama makanan. Semua keuntungan2 di atas diperlukan manusia guna menyongsong perjalanan ruang angkasa di masa mendatang di mana perjalanan ke tata surya yang lain dapat memakan waktu hingga ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun bumi lamanya.
Penerapan genetika seperti yang diteliti Dr. Kenyon di atas tentu masih lama untuk diterapkan pada manusia. Namun saat ini penerapan rekayasa genetika telah banyak tersebar luas penerapannya di dunia pertanian dan industri. Di Amerika Serikat, rekayasa genetika telah berhasil menghasilkan tomat yang dapat tumbuh dan berkembang dengan irigasi air dengan konsentrasi garam yang tinggi. Juga ada varietas tomat yang mengandung asam folat lebih tinggi dari tomat biasa yang diklaim bagus untuk ibu2 hamil. Juga ada tomat yang dapat mengurangi anda terkena penyakit jantung dan diabetes tipe-2 (tipe dua) dengan menambahkan gen yang dapat menghasilkan flavonol dalam jumlah besar pada tomat tersebut. Bukan saja pada tomat, rekayasa genetika diterapkan, namun juga pada tanaman2 lain seperti misalnya jagung yang direkayasa genetika agar lebih tahan kepada hama serangga dan sebagainya. Di dunia industri farmasi misalnya, bakteria telah disusupi oleh gen manusia agar dapat memproduksi insulin. Insulin ini diperlukan untuk mengontrol gula darah bagi para penderita diabetes. Rekayasa genetika pada bakteri ini yang paling simpel digambarkan sebagai contoh rekayasa genetika, seperti pada gambar berikut ini (picture courtesy of bbc.co.uk)

  1. 2.      Ikan Transgenik
    Baru-baru ini di Amrik sono telah berhasil mengembangkan ikan transgenik yaitu ikan trout yang setelah di modifikasi secara genetik, bisa menghasilkan massa otot ikan yang lebih besar
for video: http://www.youtube.com/watch?v=fVx9m3ucGcY&feature=player_embedded
Teknologi ini dirancang untuk mematahkan halangan antarspesies dan melemahkan mekanisme pertahanan spesies. Rekayasa genetik tanaman dan hewan dimulai pada pertengahan 1970-an yang dipicu penemuan beberapa teknik kunci dalam genetika molekuler.
Ikan mutant ini adalah hasil penelitian seorang Professor di Universitas Rhode Island, Mr. Terry Bradley. Dengan memodifikasi genetis ikan trout, ikan mutant ini memiliki massa otot antara 15-20% lebih tinggi dari ikan standar.
Nyambung lagi ke ikan mutant itu, adapun penelitian tersebut diantaranya dengan menghambat myostatin, protein yang memperlambat pertumbuhan. Mereka menyuntik ribuan telur ikan trout dengan berbagai jenis DNA yang menghambat kinerja enzim myostatin.
Efek positif dari hasil penelitian ini adalah secara komersil, dengan hasil daging ikan yang lebih banyak, namun tanpa menambah ongkos pakan ikan.
BAB IV
PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan
Rekayasa genetika adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.
Setelah melakukan pengkajian penulis dapat menyimpulkan :
  1. Rekayasa genetika adalah suatu kemajuan dibidang IPTEK yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan tingkat fungsional dari suatu makhluk hidup atau organism.
  2. Rekayasa genetika sangat baik digunakan asalkan masih dalam batas kewajaran manusia yang masih bias dimengerti dengan akal pikiran manusia.
  3. Rekayasa genetika dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan dan merupakan alat untuk melakukan pembaharuan yang sangat efisien jika digunakan dengan tepat.
  4. Rupanya masih banyak masyarakat yang belum benar mengerti arti rekayasa genetika itu dan apa dampaknya bagi kehidupan manusia.
  5. B.     Saran
  6. Hendaknya rekayasa genetika dimanfaatkan dan digunakan dengan selayak-layaknya.
  7. Rekayasa genetika hendaknya tidak digunakan untuk merusak gen suatu organism
  8. Hendaknya rekayasa genetika digunakan untuk memperbaiki keadaan manusia yang semakin terpuruk
  9. Hendaknya masyarakat diberi pengetahuan kembali mengenai rekayasa genetika, karenma banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui apa itu rekayasa genetika.

naskah drama cindyrela



BABAK 1
Aji     : la la la la la...
Elok   : keur naon hey?
Aji     : hayang nyaho wae didinya
Elok   : keur GALAU nya ? hihi
Aji     : What ??GALAU ?  (berubah raut wajah) eh enya ketang sigana mah...
Elok   : kadieu geura, abdi gaduh pilem anyar. Caritana teh saeeeeeeeeeeee pisaaaaaaan
Aji     : carita naon ?
Elok   : tonton babarengan weh yu..
Aji     : hayu..
(iklan)
Di ceritakeun aya hiji kulawarga anu bahagia nyaeta: Acil (ayah), Sansan (ibu) jeung Adetia (cinderela), tapi pas Adet geus gede, ibu cinderela (Sansan) maot. Tuluy, Acil ngarasa kasepian terus cinderela miwarang bapana milarian panggentos indung kandungnya.
Dialog  (adegan cinderela keur ngobrol jeung bapana)
Adet  : bapak nuju naon..(nyamperkeun bapa na)
Dicky : nuju pesbukan...
Adet  : adeuuhhhh bapa nuju begernya ?????
Dicky : mmmmm.....ah henteu oge..
Adet  : perlu bantosan teu pa ?
Dicky : sok atuh ku eneng pang milarian keun istri kanggo bapa
Adet  : oooo bapa teh tos teu kiatnya, nyalira wae..
Dicky : tah eta apal gening..
Adet  : nya entos atuh abdi bade milari heula.
Dicky : milari naon neng ?
Adet  : nya milari mamah anyar atuh.. J (bari ngajauh tina kursi bapana)
Sababaraha sasih salajengna, ayah cinderela manggihan dambaan hatena anu ka dua, berkat pesbuk... Calon istrina teh nyaeta janda anak dua, indung terena eta sok nyiksa cinderela sabab hoyong ngawasaan kana harta kulawarga cinderela.

Dialog basa keur chatting
1 : Hy
2 : hy ogge
1 : leh knlan gug....:)
2 : bleh...km cpa ???
1 : qw sitti (afifiah), kmu cappah ?
2 : aq nandang (dicky), km nak mna ???
1 : qw nak bndg,,,km..?
2 : ehhh sma,,,aq jga nak bndug
Beuki lila, maranehna jadi beuki deukeut, tuluy ahirna mah maranehna teh nikah.

BABAK2
Bapana geus nikah jeung awewe anu geus ngabogaan 2 anak. Katingalina mah awewe eta teh bageur, tapi aslina mah awewe eta teh hoyong nguasaan harta banda milik kulawarga si adet.
Afifah: ahahhaha, si eta geus jadi salaki kuring, teu nyahoeun si eta, padahal
   kuring boga niat sejen.. hahaha J
Indri  : Mah,  abdi sirik ka si Adet. Manehna boga kabeungharan loba. Hayang nyiksa manehna, ameh kabeungharanana jadi milik urang. Kumaha nya carana ? Sabab aya bapana wae euy.
Nadia : bener, kumaha nya ameh urang bisa laluasa nyiksa budak eta
Afifah : ahaha.. urang nyieun bapana lumpuh.. teu bisa leumpang..
Indri : kumaha carana mah??
Nadia : enya mah kumaha carana??
Afifah : kumaha engke welah… bisa di atur, hahaha
Indri  : terus ayeuna urang kudu kumaha?
Afifah : ayeuna maraneh kudu pura pura bageur ka si adet. Ameh si adet teu curiga
Nadia : Sip, pasti atuh, ari si Adet ayeuna keur kamana ? Urang geus lapar yeuh.
Indri  : Enya, kuring ge geus lapar yeuh. Titah masak ah.
Afifah : Enya ke heula tungguan sakeudeung, tadi mamah geus nitah si Adet masak, ayeuna keur ka pasar heula.
****
(Dijalan, sabalikna ti pasar.)
Adet  : Eh sugan teh indung jeung lanceuk-lanceuk tere urang teh jarahat, ari pek teh balageur pisaaan
Elok   : Oh alus atuh ari kitu mah, kuring moal hariwang. Da lamun biasana mah indung jeung lanceuk tere teh sok jarahat.
Adet  : Hahaha.. moal atuh indung jeung lanceuk tere urang mah. Eh atos heula atuh nya, kuring rek masak heula.
Elok   : Sok atuh.
Aji     : Kade dijalan nya..
****

(Adet geus nepi ka imah)
Nadia : (ngaharewos) mah.. mah.. itu si Adet geus datang.
Afifah : Oh enya bener..
          Adeeeet… tos sumping gening.. cape nya ? Kadieu di pencetan ku mamah..
Indri  : Tapi det, abdi lapaar.. tapi teu bisa masak, kumaha atuh ?
Adet  : Nya entos atuh ari kitu mah, dipangmasakkeun ku abdi nya.
Nadia : Ih adeettt.. meuni bageur-bageur teuing nya..
Afifah : Anak mamah tea atuh
Adet  : Hahaha.. Gue tea atuh.. (bari tuluy ngaleos ka dapur)
Nadia & Indri : (ngaharewos) yesss.. hahahah
Afifah : asik . berhasil !
****
Sabada makan, Nadia jeung Indri jalan-jalan ka puseur dayeuh. Di jalan maranehna ngobrol bari seuseurian.
Nadia : Oyy ! pokona mah urang kudu pura-pura bageur ka si Adet, ameh teu
   curiga!
Indri  : Nya enya atuh, apan kudu propesional
(ti kajauhan, si Aji ngadenge)
Aji     : Hah ? Naon eta? Eta naon eta? Aduh Adet! Bahaya ieu, wah gawat! Wah walah, aduh aduh.. (bari geumpeur)
(Nadia jeung Indri melong, terus nyentak)
Indri  : heh maneh eta, nu didinya! Saha euy, lalaki atawa awewe ? Kadieu maneh!
Nadia : enya, kadieu sakeudeung!
Elok   : kasaha? Ka urang ? atawa ka saha ?
Aji     : pasti lain ka abdi, da abdi mah budak bageur..
(Nadia jeung Indri deuk ngadeukeutan)
Elok   : (geumpeur) Ah teuing ah, gara-gara maneh da. Teuing tah gara-gara maneh.. Pokona gara-gara maneh!
Aji     : Naha gara-gara urang? Naha urang deui-urang deui? Naha urang wae ?
   Naon salah kuring? (sedih setengah ambek)
(der weh aji jeung elok buk-bek gelut. Tuluy, ti kajauhan nadia jeung indri ningali bari haharewosan.)
Nadia : Aduh siah, palalaur kitu  ih, kabur yu ah ndri. Bisi diserang..
Indri  : Hayu, engke moal geulis deui atuh. Saur bapa Tebe, lamun bahaya, kudu.. LARIII...
(lumpat )
Aji     : wkwkwkwkwk.. berhasil euy, berhasil..
Elok   : miluan kesting pilem weh yu.. hahaha..
Aji     : lok, urang kudu gera-geura mere nyaho si Adet, manehna dina bahaya..
Elok   : hayu atuh urang sampeur...
(nyampeur si Adet..)
Aji     : Adeeeettt..
Adet  : Punten, adetna nuju bobo..
Elok   : ari eta saha atuh ?
Adet  : (teu bisa ngajawab) hehehe..
          Aya naon euy bet kadarieu ? rek menta dahar da.. haha
Aji     : Kieu det, tadi kuring ngadenge Nadia jeung Indri keur ngobrol di jalan. Tuluy, kuring ngadenge yen maranehna keur ngomongkeun maneh..
Adet  : Terus kumaha cenah ?
Aji     : Maranehna rek nyiksa maneh cenah, tuluy rek nguasai harta banda milik kulawarga maneh..
Elok   : Enya bener det..
Adet  : (ambek) Naha ari maraneh ? tong sok mitnah atuh, teu resep kuring mah.
Aji     : tapi det, ieu teh bener det. Da ari urang mah jadi babaturan ngan ngabejaan weh, da nyaah. Rek percaya atawa henteu mah nya bae weh, da eta mah hak maneh..
Adet  : Urang mah lain teu percaya ka maneh, tapi eta teh dulur urang. Geus ah, kuring mah rek asup heula, rek mandi!
Elok   : (rada emosi) kumaha maneh weh lah! Hayu ji, urang balik weh..
(aji jeung elok balik ka imah. Basa keur dijalan, elok nyalahkeun aji)
Elok   : tuh ji, maneh mah, gara-gara maneh si Adet jadi baeud. Disangkana urang hayang ngadu domba maranehna. Ah maneh mah, teuing atuh ah! (bari nyuntrungkeun si Aji)
Aji     : naon atuh elok ? jadi nyalahkeun ka urang ? (bari lolongseran dina taneuh) atuh teuing, pan abdi teh nyaah ka si Adet teh, elok!
Elok   : (bari ninggalkeun si Aji) teuing ah, kumaha maneh weh. Pokona teuing ah teuiiiiiiiing !
Aji     : Ih naha atuh iih, naha jadi kieu ih ? Naon sih-naon sih? Naha jadi kuring nu disalahkeun ? BT BT BT BT BT BT...
Elok   : kumaha maneh we lah, lieur urang mah. EGP BGT. (ngaleos ninggalkeun aji)
Aji     : (ceurik, mikir, tapi ngarasa bener) ah da urang mah bener, urang mah nyaah, cinta, suka lah pokona...
(Elok balik ka imah, Aji oge balik ka imah)
Adet  : (ku polosna, ahirna nanya ka Indri jeung Nadia) teteh-teteh, tadi geura nya, pan abdi teh panggih jeung elok & aji, terus maranehna teh ngomong kieu, “Adet, cing ati-ati nya, lanceuk-lanceuk tiri maneh rek nyilakakeun maneh!”
Indri  : (gugup, tual-toel jeung nadia, teu nyaho kudu ngajawab naon) Aaaaaaaaaahh maenya ?
Adet  : enya geura, bener kitu ?
Indri & Nadia :  (ngajawab bareng) nya henteu atuh, pan urang mah silih nyaah, moal kitu atuh!
Indri  : maenya ah jeung dulur kitu, moal atuh det..
Nadia : indri, hayu urang ka kamar!
Indri  : nya, hayu teh..
          Det, urang ka kamar heula nya..
(dikamar, nadia & indri was-was, si Adet jadi panghalang keur ngamusnahkeun si Dicky)
Nadia : kumaha atuh kumaha ? abdi pusing, aduuh..
Indri  : sami abdi oge, ya Allah..
Indri  : Ya Allah, urang lieur, jadi kumaha atuh ?
Nadia : euleuh kalah nanya, urang ge jangar..
Indri  : ya Allah, tunjukkeun jalan..
Nadia : kamana ari maneh ?
Indri  : kamana we, nu penting asiik..
Nadia : serius atuh euy, apan maneh ge hayang nyiksa si Adet, meh sakabeh nu aya di imah ieu teh kapimilik ku urang..
Indri  : naha aya naon kitu di imah ieu ?
Nadia : indri... indrii.. lieur ah uing mah, ngobrol jeung anda mah.. kumsi ah kumsi!
Indri  : heug atuh ari kitu mah. Ayeuna tereh magrib, urang solat heula weh nya, tuh geus kadenge adzan..
(Di kamar, Adet & Dicky keur paduduaan, Adet keur ngahuapan bapana nu keur geuring)
Afifah : Nad, Dri, kadieu anak kuring anu paling geulis ceuk indungna mah..
Nadia & Indri : Sakedap Mamih..
Indri  : (bari riweuh) aduh mamah, aya naon atuh mah.. kuring meni reuwas yeuh..
Nadia : Alay ah maneh mah, alay..
Indri  : Bae weh da budak keneh..
Afifah : Geus ah tong loba bacot, kieu, pan si papah keur gering, hareeng cenah. Ayeuna teh keur dihuapan ku si Adet. Ayeuna kieu, mamah rek nyampeurkeun maranehna, tuluy engke maneh (nunjuk ka Nadia) mawa kopi susu anu make racun beurit, jeung maneh (nunjuk ka Indri) mencetan si Dicky meh teu curiga. Ngarti teu ?
Nadia : oh, tapi engke abdi kudu mawa kopi atawa susu ?
Indri  : Euh boga lanceuk teh meni kieu-kieu teuing nya.  Geus ah, cicing, tuturkeun urang weh..
(Afifah ka kamar, Indri jeung Nadia ka dapur)
Dikamar….
Afifah : Det, nuju naon geulis ?
Adet  : Nuju ngahuapan papah tercinta mah..
Afifah : kadieu atuh ku mamah, sok weh Adet mah nonton TV..
Adet  : wios we mah, teu nanaon ku abdi ge..
Afifah : apanan Adet mah solehah, saur mamah oge ieu ku mamah weh, apan mamah teh ayeuna tos janten istri papah..
Dicky : Muhun det, sok weh adet mah geura istirahat ka kamar.. wios weh bapa didieu sareng istri bapa.. bapa hoyong sayang-sayangan sareng si mamah..
Adet  : muhun pa. mah, dadaaaaaah..
(basa adet ka kamar)
Afifah : Pa, dikaulaanna ku abdi nya..
Dicky : muhun sayaaang…
Afifah : papah teu acan eueut  nya ? ke heula pa, urang sauran Nadia sareng Indri.
          Nadiaaaaaaaaa,,, Indriiiiiiiiii.. Kadieu, buru! Pangnyandakkeun cai eueut kanggo si papah!
Nadia : (ngagorowok ti dapur) enya maaaahh.. antosan..
(Indri jeung Nadia ka kamar bapana)
Nadia : papahku sayaang, ieu kopi susuna, dicampur ramuan cinta pah, mangga dileueut..
Indri  : kadieu pah ku Indri dipencetan, pake mantra cinta..
Dicky : hahaha.. asa dikurilingan ku cinta euy, hahaha.
          Ku bapa di eueut nyaaa..
Afifah : (ngaharewos) sakeudeung deui.. hahaha
Dicky : aaaauu.. nyerii..
Nadia : nyeri naon pah ?
Dicky : nyeri beuteung, mules..
Indri  : ohh..
Dicky : kela, ka jamban heula..
(basa keur di jamban, bapana tisoledan, kakina katilep.. jadi weh bapana lumpuh)

BABAK 3
Nadia : Adeeeet………………. buru kadieu ! Adeeeeeetttttt…………. Mana si adet teh teu datang-datang !
Indri : Ari maneh mengo atawa bolot ?? Nya heueuh moal datang da moal kadenge, da manehna oge ngageuroan ti buruan ka dapur. Ieuhh, ti buruan ka dapur teh aya meureun ti sakola ka lapang dodo !! Kapan leuga imah urang teh, istana mameeeen………. !
AFifah  : Aya naon nu gareulis ??
Nadian & Indri :  Aya hitut nu di juru !
Afifah  : Euleeeuuuuhhhh pantun kaleeeee :p
Indri  : Mamah, iitu si Adet teu datang-datang di geuroan teh, tinggali seuseuheun meuni loba geus saminggu teu  nyeuseuh teupikeun ka euweuh jeroan-jeroan acan !!
(datang we si Adet)
Nadia : Enya mah hoream nyeuseuh !! engke leungeun kuring rorombeheun….
Afifah : (kukulutus) rorombeheun mah lainna tina suku nya ?? Aduuh anak kuring anak kuring .. Jug, atuh ka dapur ka si Adet titah nyeuseuh,,,
Nadia           : Adeeeett,,,
Adet : Aya naon ??
Indri : Yeuuh seuseuh baju urang ulah tepi ka rusak mahal yeu baju teh
Nadia           : Baju meunang nganjuk oge BANGGA (ngaharewos)..
Indri  : Ngomong naon maneh ? Teu kaharti eta behel sumputkeun heula gera !! Tapi da emang bener menang nganjuk ti Ceu Een. HAHAHAHA
Adet  : Ieu teh kudu diseuseuh sadayana? meuni seueur-seueur teuing
Afifah : Heueuh, sok-sok geura nyeuseuh geus nyeuseuh masaak, Geus masak ngepel, Geus ngepel elapan kristal-kristal nu diimah, Geus kitu ngumbah wadah, tuluy sasapu di buruan nyaaa..
Adet  :  Teu kirang seueur mah? Iraha tuangna atuh ai abi ? Kapan sami lapar abi ge. Sami MANUSA,,
Indri : Naha ari maneh ngomong naon atuh ?? Sok-sok ari dititah ku kolot teh pamali ieu, DORAKA siaahh !
Adet : Aranjeun ge nyiksa abi, DORAKA atuh, kapan abi teh anak piatu euweuh indungna..
(Lagu Duh Indung)
Nadia           : Naha emang urang nanya kitu ??
Adet  : OHH henteu ?? Hapunten atuh boss !! BOSSONGOT (indit ka dapur rek nyeuseuh, sediiihh)
Indri : Eh, maneh siaahh !! SONTOLOYO pisaaannn..
Afifah : Geus atuh geus nu penting mah si Adet geus ngagawean eta nyaa..
Nadia & Indri : Muhun maaahh..
Adet : Nyeuri urang mah nyeri hirup teh kieu-kieu teuing unggal poe teh, galau, olewes, polepel, celamana, salawasna (ngagusreuk nyeuseuh di Situ deukeut imahna)
Sanggeus nyeuseuh Adet tuluy masak di dapur, basa keur masak di geroan ku Lanceuk-lanceukna..
Indri : Adeeetttt……………mana ieuh sisir atuh tong di kamar maneh wae, nu urang rusak nu si euceu Nadia mah geus arompong cikan urang nginjem nu maneh
Adet : Mangga candak we di kamar, abi nuju ngagoreng lauk itu teh..
Nadia           : Eh, cokot ku maneh adet, lain kalah nitah balik..
Adet : Ih maraneh mah, henteu ngarti nya, abi teh nuju ngagoreng lauk ieuhh bisi tutung..
Nadia           : Cokot buru ayeunaa !! tong loba alesan wae, hoream maneh dititah ku urang ? ngomong atuh ngomong !!
Adet : Muhun hoream carape sim kuring teh ari hoyong terang mah
Indri : Teu hayang apal barina ge urang mah… Sok-sok cokot ayeuna ieuh…
Adet : muhun muhun..
(Di dapur lauk nu di goreng teh tutung)
Adet : Aduuuuuuuuuhhhhhhh……….ya Allah, ya Allah ieu kumaha atuh kumaha (kalah dipelong lain dijait) alaaaaahhh kumaha atuh kumaha ??
(Datang Dicky bari lumpuh oge nyamperkeun ka dapur da ngambeu bau tutung)
Dicky           : Astaghfirullohaladzim kunaon adet ieu teh naha meni nepika kieu??
Adet : Muhun pa, ieu lauk hilap nuju digoreng ditinggalkeun ku Adet teh, janten tutung
Dicky           : Ohhhh :p (lauk masih di antep wae dina katel)
(Datang we Afifah nyamperkeun ka dapur)
Afifah : Aduh, eta meni diantep kitu atuh det !! Jait atuh menak, ucu, bager, geulis !! (ngajait eta lauk) cek ema ge tadi keun we ku ema adet mah tiasa ameng sareng Indri & Nadia..
Adet : (ngomong lalaunan) sidikan apan tadi kuring dititah ku manehna dititah masak ai ayeuna kalah di carekan nya keun atuh urang rek ulin we dikamar….Muhun atuh mah..
Afifah : Jig atuh kaditu ka kamar we..
(Adet indit ka kamarna)
Afifah : Yu pa, urang ka kamar deui we, keun ieu engke urang diteraskeun ku ema bapa ayeuna istirahat we di kamar nya, yu ku ema dijajap..
Dicky           : Ah wios atuh ma didieu bae sareng ema, bade maturan ema masak bilih keueung di dapur nyalira..
Afifah : Tos biasa ah pa nyalira wae ema mah, wios we wios..
Dicky           : Atuh da bapa hoyong didieu meh ema sumanget masakna ai dibaturan ku bapa mah panginten, (genit tea ka si ema bari ogo pikaresepeun peureup) pan masakna janten sagelas cinta, sapiring rindu, samangkok sayang, sapotong kasih..
Afifah : Meni jiga budak ngora wae bapa mah ah (cuiih cuiih cuiiih) hayu ah pa ka kamar we..
(Nganterkeun ka kamar salakina)
Geus nganterkeun salakina ka kamar, Afifah nyamperkeun si Adet ka kamar..
Afifah : Ai maneh adet gawe teh euweuh kabecus pisan ?? Bisa naon ai maneh hirup teh ??
Adet : Bisa dahar ma..
Afifah : Maneh mah dititah nyeuseuh ngan meakeun sabun.. leuheung mun bajuna wangi sakitu bau keneh teh, ai sabun beak 30kg sakali nyeuseuh teh
Adet : Eta mah nu makena we bau nepi teu benang pan ku sabun 30kg ge
Afifah  : Maneh ngabantah wae ai urang keur ngomong teh, jempling siah !! (tarik sorana, nepi Nadia  & Indri ngadenge terus nyamperkeun ka kamar si Adet)
Nadia : Aya naon mak ?
Indri : Muhun aya naon ma, meni soak abi mah ngadangu sora ema bieu
Afifah : Naon dei ari lain gara-gara budak tengik bau amis ieu,
Nadia & Indri : Oh si Adet
Afifah : Heeh, ieuh buru gera masak deui kaituh urang geus lapar tuh bapa maneh pangnyieunkeun bubur sarua meren hayang dahar bapa maneh ge
Adet : Pan tadi ceuk ema wios masak ku ema adet dipiwarang ka kamar
Afifah : Naaa ai maneh adeettt (ngajengut si Adet tuluy kaluar ti kamar si Adet)
(Adet cirambayan)
Indri : heh maneh adet, buru masak kaituh beuteung lapar yeuuuhh
Nadia           : heueuh ngamiskolan wae yeuh beuteung
Indri : Eta karek diisi pulsana jadi beuteung urang ngamiskol beuteung maneh
Nadia           : heeh meren ah, lapar we intina mah
Indri : Jig jig buru adet ulah tutung deui awas mun tutung deui di belewekeun kanu biwir maneh gera !! (ngadegungkeun si Adet )
Adet : kela bade update status heula nya sakedap sugan we seueur nu ngoment jeung ngelike (mawa facebookna)
Nadia           : Hayu indri, urang maen poker deui we urang ge,
Indri : (indit kaluar ti kamar si Adet) Pokona maneh kudu masak awaaaaaaaaaaasssssssssss mun henteu siaahh !!
Adet : Heuuggg

Adet masak ka dapur, apekteh keur masak si Adet kalah kaasikan maen facebook jadi pasakanna tutung deui
Nadia & Indri nyampeurkeun ka dapur da ngambeu bau tutung deui
Nadia : Indri, si Adet teu baleg ieu masak geura tutung deui
Indri  : Euh nyaho beuteung urang teh lapar jadi euweuh dahareun deui atuh
(Ngageroan si Adet)
Nadia & Indri : Adddddeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(Adet teu ngadenge kalahkah anteng maen fb)
Indri  : Mana si Adet teh ??
Nadia : Sampeurkeun weh sampeurkeun, Indri bebeja ka ema..
Indri  : Heuggg atuh..
(Nadia nyampeurken si Adet, Indri bebeja ka si Ema)
Nadia : Ai maneh torek adet. Urang tatadi jojorowokan ngageroan maneh
Adet  : Nananananananana (ngadengekeun lagu make headset)
Nadia : (ngalaan headset si Adet, ngomong kana ceulina) Maneh kalahkah ngeunah ngeunah kieu lainna masak nyaho beuteung urang teh lapar hayang dahar
Adet  : (Nangtung) Hayang dahar maneh teh? Nya heueuh atuh ari lapar mah dimana mana ge hayang dahar. Lainna masak sorangan atuh
Nadia : Tuh pagawean maneh tingali tutung deui tutung deui ari maneh kadon fban..
Adet  : (karek inget) Alah heueuh poho urang teh keur masak. Kumaha atuh itu pasakannana?
Nadia : EGP BGT..
(Dikamar, Indri bebeja ka indungna)
Indri  : Ema eta geura si Adet tutung deui tutung deui masak teh. Nyaho abi teh lapar..
Afifah : Belewekeun weh kana bahamna..
Indri  : Hayu geura ema urang sampeurkeun..
(Afifah jeung indri nyampeurkeun ka kamar si Adet. Di kamar si Adet …)
Indri  : Tuh tempo ku ema si Adet mah ngalonyeng wae ka si Nadia oge..
Afifah : (Ngadegungkeun si Adet) Ai maneh kudu dikumaha ku urang teh? Mun maneh kieu wae bapa maneh rek di bunuh ku urang. Maneh jadi teu boga sasaha deui.
Adet  : Muhun ema hapunten ema muhun tong di kukumaha bapa mah ka abi weh lampiaskeunnana
Nadia : Geus dititah masak 2 kali 2 nana tutung
Indri  : Lapar urang teh det lapar
Afifah : Geus teu beunang di sabaran wae ieu budak teh geus indri bawa racun bikeun ka bapana sina di inum meh paeh sakalian, jadi ieu Karajaan bisa kapimilik ku urang
Adet  : (ceurik bersujud ka Afifah)
Indri : Geus mak, urang siksa si Adet we mun bapana paeh pan urang can apal surat surat kakuasaan ieu istana
Nadia           : Heueuh betuull
Indri : Sabaran heula we mak keur ayeunama mah, Jig maneh daek teu dititah masak,
Nadia           : Kudu daek..
Adet : Muhun muhun,
Indri : mun tutung deui ku urang maneh moal dibere dahar saminggu..
Nadia           : Heueuh betuull..
Indri  : Lapaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr aing teh adet (ngangkat si Adet)
Nadia           : Heueuh betuull..
Adet : Muhun muhun, bade ieu ge..
Afifah : Jigjig atuh lain muhun muhun..
Adet indit ka dapur, Indri Nadia Afifah indit ka kamar
(Di dapur)
Adet : Gusti, naha kahirupan abi janten kieu ?? (ceurik)
(Peri datang)
Sansan : Kunaon  atu adet ??
Adet : Ieu atuh abi teh sapopoe ngan disiksa we jeung disiksa ku dulur sorangan teh, ngan sabar we jeung sabar ieu teh
Sansan : Orang sabar disayang Allah..
Adet  : Terang abi ge tapi maenya sabar wae abi teh, abi ge da hoyong ameng atuh sareng rerencangan sanes ngan ngagawean pagawean imah wae
Sansan : Ohhhhh kituuuuuu (ngadahar dahareun nu di pasak ku si Adet)
Adet : Ari maneh guna naon kadieu ?? Leuheung mun ngabantuan kalah ngadahar gera nya
Sansan : Pan ieu ge ngabantuan det sim kuring teh
Adet : Ngabantuan dahar ?? Geus atuh peri, cing karunya ka urang teh, ieu masak teh keur dulur dulur urang, nu tatadi ngambek wae ka urang teh soaaak urang teh peri, soaaakkk..
Sansan : Heuugg atuh ku urang bantuan (ngaluarkeun tongkat magicna) tingtiring tring tring.. teng teng teng teng teng…… dengan kekuatan bulan dan bintang makanan datanglaaaaaaaaaaahhhhhhhhh..
Dataaaaaang dataaaaaaaaaaaang
Adet : Keur naon ai maneh peri ?? Ciga nu teu waras..
Sansan : Cicing atuh tong menggangu konsentarasi
Adet : KONSENTRASI ahh..
Sansan : Heu apalah itu susah pabalitut ngucapkeunnana
Adet : Euh sableng,,,,,,,,,,
Sansan : Naha teu datang datang nya ieu teh ?? Kumaha atuh det, mangkaning dahareunnana geus beak ku urang
Adet : Ah maneh mah da,teuing ah baed ah baed
Sansan : Nya jig we teu tugi, nu rugi saha da maneh yey :p wleeeeeeeeeeee
Adet : Enya atuh ketang teu jadi pundungna ah, tong pundungan ah bisi langsing jiga ibu peri, WAKWAKWAKWA
Sansan : Suuuuutttttttttt, datang gera makanan (datang we dahareun) Tuh nya ceuk abi ge naon??
Adet : Waaaahhhh berfungsi gening eta tongkat teh cing kanggo abi we peri
Sansan : Entong atuh mun ieu di bikeun ka maneh urang moal aya muncul deui atuh jadi peri, da maneh boga tongkat magic
Adet : Ohhhh kitu nyaaaaaaaa
Sansan : Jig atuh pan geus beres masakna mempeng dulur dulur maneh keur sarare jug bisi hayang ulin heula, ibu peri bade ngapuuuuuuuuuuung
Adet : Hah ?? HAHAHAHAHAHAHAHA
Sansan : Naha seuri ??
 Adet           : HAHAHAHAHAH
Sansan : Eh kunaon ??
Adet : Ai eta sayapna teu berateun ??
Sansan : HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHHHHAHAHAHAHAH
(Adet ulin we nyamperkeun babaturanna, ibu peri ngaleungit)

Di jalan aya Aji dan Elok keur ngarobrol, Adet nyamperkeun..
Adet : Hey hey hey
ELok dan AJi : Yu ah urang uih
Adet : Eh naha uih ?? Pan bade ameng,sareng ii
Aji     : Aliimmmm
Elok   : Dadaaaahhhh (bari rek cengkat ninggalkeun Adet)
Adet : Hey you you !! What’s wrong with me ?? Have I any mistakes ??
Aji     : Ngomong naon atuh ari maneh ??
ELok : Beda euy geus ulin jeung dulur dulur terena mah jadi BEDAAAAA
Adet : Embe jeung kuda ???????????
Elok   : Geus aji antep weh antep kuma karep
Adet : hey abi kangeeeen kalian ii
Elok & Aji : EGP, abi teu kangeeenn
Adet : Ih maraneh meni kitu, abi hoyong curhat ieuhhh, abi sedih abi kasiksa,
ELok : (rada aya karunya) kunaon emang??
Aji     : (ngaharewos) Karunya oge urang baturan we yu lok ??
Elok   : Heug atuh
Adet : Abi teh ayeuna mah kasiksa di bumi teh, dititah ieu dititah itu ku indung jeung sodara tere teh, nyeuri hirup abi ayeuna mah nyeuri, kaduhung basa eta teu percaya ka maraneh gening sabenerna maneh teh bener, ayeuna bapa urang gering lumpuh, jadi urang nu disiksa ku indung tere urang teh
Aji     : Naha atuh barina ge..
Elok   : Terus terus ?
Adet : abi kangen ka pun indung, nuju naon ibu ayeuna?? Tinggal ieu abi meni kasiksa hirup didieu tanpa ibu, abi hoyong ngiring ka ibu (ceurik ngagukguk)
Aji     : (ngupahan) jeup jeup jeup tong mewek deuinya
Elok   : geus atuh tong di ceurikan we det, tarima ku sabar we da geus teu bisa kumaha kumaha deui
Aji     : sabaran cing loba ngado’a ka Awloh sugan Awloh bisa nyadarkeun indung jeung dulur maneh
ELok & Aji : Amiiiiinnnn
Adet : teu kuat urang teu kuat (ngusap ci panonna)
Aji     : Heu sabar we sabar
Adet : teu kuat aduh teu kuat
ELok : Kunaon ??
Adet : hoyong eee teu kuat aduuuhh
Aji     : ah maneh mah adet jig atuh balik
Elok   : Paingan tatadi teh bau naon kitu ieu teh
Adet balik ka imah, Aji & Elok oge balik ka imahna masing masing
Di imah, indung jeung dulur dulurna hudang sare, ngageroan si Adet
Afifah         : Adeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttt
Nadia           : Adeeeeeeeetttt, kadieu buruuuuuuuu
Indri : (masih gogoleran) jempe atuh euy tunduh euy tunduh
Nadia           : Lapar euy lapar
Afifah : Boa sare si Adet ge nya, cing urang tempo ka dapur (indit ka dapur)
Nadia           : Hudang uey hudang rek dahar moal ??
Indri : Geus aya kitu dahareunna kade tutung deui kehhh, sare deui we sare
Nadia           : Teuing taahhhhhhh
(Di dapur)
Adet keur nyiapkeun dahareun dina meja makan
Afifah         : Mana geus can ?? lapar yeuh……
Adet : Muhun atos mak, mangga gera tuang
Afifah : (ngageroan Nadia jeung Indri) Nadiaaaaaaaaaaaaa,,, Indriiiiiiiiiiiiiiiii, kadieu urang emam bager….
Nadia           : Kela mak,,,,,,,buru indri rek emam moal ????????
Indri : AH sieun tutung..
Nadia           : Bae we ari embung mah ah (nyamperkeun indungna ka dapur)
Afifah  : Mana Indri ?? Pan senah lapar ??
Nadia           : Ah duka mak da kalah bobo keneh
Adet : (diuk hayang ngilu dahar)
Nadia           : Eh, rek naon maneh ?? Jug diuk we
Adet : Bade eman oge
Afifah : Sengene wae,geroan hela Indri jig titah dahar hela gugah bobona kituuhh !!!
Adet : (pas rek gek diuk pisan) Muhun atuh

(Adet ka kamar Indri, ngahudangkeun indri)
Adet : Gera gugah teh, dipiwarang emam ku emak
Indri : Hmmmmmmmmmmmmmmm
Adet : (ngagoyangkeun awakna Indri) gugah teh gugah
Indri : Hmmmmmmmmmmmmm
Adet : Teh, gugah atuh meni kebluk rek eman moal ?? cenah lapar tapi kalah sare
Indri : Haaaaaahhhhhhhhh???
Adet : Tuaaaaaaaaaaang
Indri : (ngorejat) emam ??
Adet : Muhun,
Indri : (sare deui) tutung te ??
Adet : henteu teh,,,,,,,,
Indri : Nu bener ??
Adet : Muhun teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhh
Indri : Heug atuh hayang di akep ??
Adet : Embung berat (ninggalkeun Indri)
Indri : (hudang tuluy lumpat ka dapur)
(Di dapur dalahar we, si Adet titah ninggalikeun hungkul)
Beres dahar teu nyisa saeutik saeutik acan dahareunna teh, Adet dititah langsung ngumbah wadah..



Babak 4

Di kerajaan
Ahmad: pangeran, silaing teh rek nepi iraha ngajomlo wae ? silaing teu kabita ku batur nu geus karawin.
Edo    : kabita romo,kabita. Ieu ge geus teu kuat hayang kawin (bari tuluy nyanyi lagu hayang kawin )
Ahmad: bet naha atuh nepi ka ayeuna silaing teh teu kawin kawin teh teu kawin kawin??
Edo    : eummmh.. eta aduuuuuhhhh….. abdi teh teu aya nu daekkeun
Ahmad: aduh… ma enya pisan teu payu maneh teh?? TEU PAYU!! (beungeut ngalelewe) *back sound sedih
Edo    : kumaha atuh?? Sedih yeuh pah sedih…
Ahmad : ah aing mah, boga anak teh ngerakeun pisan. Nya eunggeus, keula atuh. Bapak boga ide cemerlang. Sacemerlang beungeut bapa…
Edo    : pa, tong sok sasangkleng! Pamali !
Ahmad: euhh… budak teh.!!! Pangawal! Kadieu, buru.. tong lila bisi diestrum!
Choe  : muhun, ampun, aa ganteng…. Aya naon??
Ahmad: pang bewarakeun ka masyarakat yen engke sabtu rek diayakeun pesta dina rangka sayembara neangan istri keur si pangeran.
Choe  : jam sabaraha? Syaratna naon?
Ahmad: sabada sholat isya. Euweuh syarat-syarat khusus, nu penting mah awewe, gadis keneh!! Urang malmingan bareng didieu . hahahaha
Choe  : (ala bencong maho) aduuhh, lamun kitu mah abdi bisa daftar atuh dong!
Edo    : (soak, tuluy lumpat ka kamar) embung, embung aingmah! Sieun,sieun… ah embung.

Isukna, sabada jum’atan di puseur dayeuh…..
Choe  : BEWARA! BEWARA! BEWARA!
afifah : ……….. (euweuh nu ngawaro)
Choe  : BEWARA ATUH HEY!! BEWARA! (satengah ambek, tapi ogo)
Afifah: naon sihh (aracuh)
Choe  : EH MARANEH !! IEU BEWARA ! PENTING HEY !! DENGEKEUN (ambek)
Afifah: eh si bencong geus ngamuk, dengekeun heula we sakeudeung yu ah!!
Choe  : BEWARA! Engke poe sabtu rek di ayakeun pesta dina rangka sayembara neangan istri keur pangeran. Ka kabeh masarakat, anu ngabogaan parawan, bawa kabeh ka astana sabada solat isya. Urang mamingan bareng.
Aji     : Astana ? nitah paeh ?
Choe  : eh lain, istana maksudna.. karajaan Batubata..
Elok   : Oh kitu..
(nepi ka imah)
Afifah: neeeeng!! Kadieu geura sadedap!! Aya beja nu haaaade pisan..
Nadia : beja naon mom ? Aya semes ? Aya semes ? Morgan ? Basmin ? atawa Rapael?
Afifah : geus ah, tong ngomongkeun nu kitu ah, geuleuh, haha
          Si bungsu mana ?
Nadia : saha mom ? emang abdi gaduh rayi ? ti iraha ?
Afifah : euh nya, dasar pohoan.. eta si indri, indri melly..
Nadia : wkwkwk.. (bari seuri teu eureun-eureun)
Afifah : Ah gelooo!
          Indriiii! (ngagorowok nyauran si Indri)
Indri  : Oy! Aya naon mah ?
Afifah : mamah gaduh beja nu alus yeuh.
Indri  : beja naon kitu mah ? paling ge kusabab mamah meunang hadiah 1000 ti kopi *tuuut*. Enya kan ? (bari judes)
Afifah : lain, ieu ngeunaan si pangeran (leuwih judes)
Indri & Nadia : (reuwas, riweuh) PANGERAAAN ???
Nadia : (riweuh) what ? OMG ! kunaon si pangeran ? tell me mommy, tell me!!
Indri  : (bari tereh ceurik) pangeran pasti ngajudesan abdi deui da, pasti abdi engke di jenggut deui, engke abdi di ciduhan deui da.. tapi, ah mamaaaaaaaahh..
Nadia : ceurik.. ceurik.. ! (bari ngalelewe)
Indri  : ahhh.. mamaaah.. ieu cangcang atuh boga ingon-ingon teh.. sieun nyapluk (bari ogo)
Afifah : enggeus ah, enggeus…
          Kieu, engke maming urang diundang ka karajaan , aya pesta! Pestana pesta sayembara neangan istri jang Pangeran. Rek miluan moal ?
Nadia : oh enya atuh, tentu pisan atuh.. pangeran kan my honey bunny sweety paprika-ku.. pastina milih abdi atuuuhh…
Indri  : eeehh.. nya milih abdi atuh, da geulisan abdi , jauuuuhh pisaaaaan mun dibandingkeun jeung teteh man.. hahahaha (seuri setan)
Afifah : nya geus atuh, ayeuna mah kieu weh. Urang balanja baju, kosmetik, jeung sajabana keur isuk, ameh jadi geulis tuluy dipilih ku pangeran. Tapi…..
Nadia : tapi naon mom ? naon ? Aya naon deui ? (kaget campur riweuh)
Afifah : enggeus ah maneh mah pigeuleuheun wae jadi budak teh.. Streesss aing mah, stress boga budak siga maneh teh, JANGAAAARR ! (bari bolak-balik)
Indri  : enya ih maneh mah ih, pi araleun pisan! Geus cicing geura ah maneh mah!
          Mah, tadi teh aya naon ?
Afifah : eta, si Adet ulah nyahoeun, bisi ridu ah!
(ujug-ujug si Adet datang ti dapur)
Adet  : Abdi apal-abdi apal! (bari seuri ngalonyeng)
A, N, I : HAH ? what ? Astaga!
Nadia : Kiamat siah! KIAMAT!! Nyumpuuuuuuttt! (bari tiarap)
Indri  : Ahh.. gelo aing mah! Dulur urang gelooo!!
Adet  : Aya naon ih.. henteu ngajak-ngajak ari ngarumpi teeehh.. (bari centil)
Afifah : ah henteu.. teu nanaooonn… (bari salting)
Adet  : ah tong sok kitu aaaahh (bari ngalonyeng)
Afifah : teu nanaon, ceuk urang teu nanaon, nya teu nanaon..
          (salting) indit maneh ka dapur! Kumbahan wadah!
Adet  : atos beres da yey… (bari ngalonyeng)
Afifah : nyeuseuh baju atuh..
Adet  : tos beres oge da, apanan aya mesin cuciii…
Afifah : Nya geus ayeuna hoyong kumaha
Adet  : Abi hoyong bobo nya?? (bari ogo)
Afifah : heu, sugan teh sok atuh buru geura sare ! BURU!!
Adet  : ieu ge badeeeee.. (bari satengah lumpat)
Afifah : merry.. melly.. geuwat urang balanja.. mempeung si Adet keur sare!
Indri & Nadia : SIAP!!!
(di pasar)
Nadia : mommy.. ieu aluuuss, ieu oge aluusss.. Alus kabeh!!
Afifah : ah teu aneh maneh mah, kitu wae ti baheula ge..  kabeh ge di sebut aluss. Geus we nu ieu!! (bari nyodorkeun nu alus pisan)
Indri  : mamah,alus nya bajuna. Tapi…mun di pake ku abdi jadi gorengnya mah. Huhuhuhu (bari sedih)
Afifah : hemm, nya geus atuh nu ieu we, alus geura…
(di kamar si adet)
Adet  : nyeuri hate aing mah, teu di anggap wae !!nyaah teh ka bapa hungkul ari ka abdi henteu
(ujug ujung datang peri)
Sansan         : nyak… enyak atuh da normal
Adet            : saha maneh.. maneh saha?? Sok pipilueun. Apal teu abdi teh keur
  sedih
Sansan         : apal…. Apal… da kisah hidup maneh mah sedih wae, oloweis polepell
Adet            : aaahhh… abdi mah aslining keur sedih 
Sansan         : nya abdi ge aslining, apan sarua ciga anu di pilem pilem gening
Adet            : anggeerrr.. mamawa wae pilem (bari ngalelewe)
Sansan         : nya eunggeus atuh, kunaon deui sih maneh teh?
Acan dahar maneh teh, eta nepi ka kari tulang jeung kulit!! Siga rorongkong hirup… iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!
Adet            : nteu ihh, lain kitu. Ahh eunggeus ah piambekkeun wae maneh mah.
Teu siga di pilem pilem maneh mah jadi peri teh!!
Sansan         : ahh.. ma enya… nu bener??? (bari ngalonyeng)
Adet            : cicing ahh. Indit kaditu!!
                    Sial kuring mah papanggih jeung maneh teh
Sansan         : ihh sieun eng galak pisan euy! Sieun ah sieun. AMPUUUUUN
Adet            : (ngadat) aaahh.. meni piambekkeun wae.
Sansan         : apanan tadi geus ngomong ampun
Adet            : kumsilamega
Sansan         : naon eta?? Maklum lulusan SD
Adet            : KuMaha Sia welah Meh Gancang
Sasan           : astagfirulloh.. meni kasar ngomong teh.. yu know something, I the
nyeri hate, menusuk jantung, meremuk tulang, mencabik hate,
nyieun galau. (bari leubayyy)
Adet            : terusss???? (bari tiis)
Sansan         : indit geura urang mah.
Adet            : jug wee..
Sansan         : tapi abdi pundung ihh
Adet            : bae weh
Sansan         : abdi pundung atuh iih. Sieun atuh lahh..
Adet            : kajeun wee
Sansan         : atuh ihh maneh teu rela pan abdi indit?? Teu rela pan teu sudi??
Adet            : rela kuring mah ! pek we deuk indit oge teu paduli pokokna mah.
Titik !
Sansan         : atuuuh lah menta sesuatu ihh.. siganu di pilem pilem.(bari
memohon)
Adet            : embung.
SAnsan        : atulahh… engke kuring bisi dipensiunkeun jadi peri atawa bisi   kuring di pecat jadi peri. Engke kuring moal boga jangjang deui,
engke kuring moal bisa ngapung deui (bari tereh cuerik.)
Adet            :emang ,maneh boga jangjang. Can pernah urang ningali maneh
ngapung?
SAnsan        : bogah yeuh.. (bari nembongkeun jangjangna nu leutik). Tapi teu
bisa ngapung (sedih)
Adet            : naha??? Ohhhh pasttiiiiiiiiiiiii.
Sansan         : enya bener ceuk pikiran maneh. Teu bisa ngapung gara gara beurat
teuing ku awak.
Adet            : wkwkkwkwkwkwkkwkwkwkwkwk
Sansan         : seuri… seuri..!! bahagia… bangga…. Uuuuuuuuu
Adet            : bae we kumaha urang
Sansan         : oh enya.. BTW tadi kunaon bet ambek ambekan??
Adet            : cik baca eusi hate kuring
Sansan         : OKeh (mikir)ohh kuring apal.. sabarnya sabar
Adet            : kumaha atuh. Da kuring ge hayang miluan. Da pasti kuring nu
dipilih, siga nu di pilem pilem
Sansan         : nya sok hayangna kumaha atuh.??
Adet            : balanja atuh.. urang ka pasar? Hayuu.
Sansan         : dek naon ka pasar???
Adet            : meuli bajulah ayuuu..
Sansan         : teu boga duittt
Adet            : ahhh miskin
Sansan         : bae we.. miskin oge terhormat, boga keneh jangjang.
Adet            : ahh terserah.. trus kumaha atuh ayeuna, maenya abi ka pesta make
baju nu kieu
Sansan         : emm.. AHA..abi boga ide.. make MEJIK dari SASA meumpeung aya
keneh batrena..
Adet            : opo meneh iki?? Mejik??
Sansan         : ahh teu apal mah cicing we. Ayeuna maneh peurueum. Engkeu mun
urang ngagorowok maneh beunta deui
Adet            : ohh enya atuhh.. oke lah (bari peureum)
Sansan         : ting tiring tring tring.. teng teng teng teng teng.. arba kari dabra. (bari ngagorowok)
Adet            : WAW its majik.. (lagu LILA)
Sansan         : adih siah… naha jadi GEULIS !!! ahh GAGAL ieu mah
Adet            : naha bet gagal. Apan abi jadi geulis ayeuna mah
Sansan         : GAGAL… GAGaaaaal  pisan. Masalah na maneh leuwih geulis ti
kuring
Adet            : ahh atuhhhh…
Sansan         : nya geus bae lah kagok. Ayeuna mah simpen ieu baju. Tuluy geura
sare.. engke isuk kuring dangdanan
Adet            : nya atuh ai kitu mah
(Isukna…)
Nadia : adet kadieu maneh??
Adet  : aya naonnya?
Nadia : nanya we ka si indri!!
Adet  : eehh. Eta geura..jadi aya naon (bari ngalieuk ka si indri)
Indri  : dangdanan urang ameh geulis
Adet  : ahh percuma da angger we geulis keneh kuring
Indri  : (ngadat) tuh kan nad ceuk si adet oge aing mah teu geulis kan.. goreng
aing mah kumaha atuh
Nadia :bohong eta mah bohong.
Indri: berarti mun kitu mah kuring teu goreng nya.
Nadia : enya maneh mah teu goreng ngarti teu??
Indri  : nya ngarti.. berarti nu goreng mah maneh hehe
Nadia : heuuuuh..
Indri  : kirana buru atuh geura dangdanan urang. (bari ngagororwok)
Adet  : muhun teteh indri anu geuliis (bari teu ikhlas)
Nadia : engke mun geus beres ngadangdanan si indri. Maneh kudu ngadangdanan urang.(bari ngaleos deuk ganti baju)
Adet  : ahh aing mah hirup di kamar ieu teh. Di titah gawe wae.. euweuh waktu jang nyantai (kukulutus)
Indri  : ahh ngomong naon maneh.. teu ikhlas di titah gawe teh
Adet  : nteu ahh.. teu ngomong nanaon kuring mah
Indri  : bohong tadi kuring ngadenge…
Adet  : (nyentak) GANDENG… rek di dangdanan moal??
Indri  : nya enya atuh buru cing geulisnya
Adet  : rek tipe naon?tradisional? modern? Atawa model badut??badut wenya  maneh mah cocokna oge
Indri  : maneh ngalonyeng.. hoyong teu dibere dahar
Adet  : lamun terus terusan teu di bere dahar mah kuring rek sagede kumaha deui
Indri  : segede ucing karep teuing ahh. Geus ahh tong loba omong geura dangdanan sing alus
Adet  : heeh..

(Sababaraha menit kemudian)
Indri  : eta tong di cabak wae atuh rambutna bisi rabies..
Adet  : apan ker disisiran…
Indri  : buru atuh sing bener..
(tuluy nadia ngagorowok nitah ka si adet)
Nadia : ADETTT…buruu kadieu (bari ngaca)
Adet  : (riweh) ehh enya enyak sakedeng (beuki riweuh) kela aduh hese ieu
Indri  : aww.. nyeri ihh.. cing balek atuh ihh..
Adet  : enya ampun kela rek ka nadia heula sakeudeung (bari satengah lumpat)
Nadia : buru atuh ihh tong loba lila.. cangkeul eiu
Adet  : nya hayangna kumaha sok??
Nadia : aww nubaleg atuh ihhhhh…. Sing BALEGG.. nyeuri iiihh aWWW aduuuuh..
(Di kamar pating gorrowok.. tapi si adet kalahkah kabur ka kamarna.. tuluy ceurikkk..)
Adet  : .kuring di kieukeun wae.. cape hate aing mah..
Mana hape sabaraha deui pulsana ?? (bari ngcek pulsa..) asik aya keneh pesbukan ah..
(curhat di pesbuk..)
Adet  : “Baheula mah hirup kuring nya kumaha aing, tapi saprak aya 3 setan di
imah kuring, hirup kuring asa sanasib jeung ucing gering”
(teu lila ti eta, datang si ibu peri)
Sansan         : ting tiring tring tring..
Adet            : ehh.. aya maneh deui..
Sansan         : Aduuhh.. ulah ngambek deui atuh, apan geus damai! Nya, nya, nya,
smile.. J
Adet            : enya, atuh enya.. da heureuy atuh kamari mah..
Sansan         : oh kitu.. kunaon atuh bet sedih wae?
Adet            : kuring hayang milu ka pesta tea..
Sansan         : nya kari indit we atuh, naon hesena..
Adet            : kumaha carana ?
Sansan         : apan aya kuring.. (bari PD)
Adet            : nya sok atuh buru gawekeun..
Sansan         : sok, tapi maneh mandi heula..
Adet            : enya atuh, tungguan nya..
Sansan         : Nya sok..
(5 menit kemudian..)
Adet            : yeuh, geus dipake baju nu kamari tea..
Sansan         : haaa! Alus euy.. Sok kadieu ku urang di dangdanan..
Adet            : make mejik deui kan, ameh alus..
Sansan         : henteu, beak batrena euy.. ku urang weh didangdananana..
Adet            : aaaaah.. pirasat buruk yeuh..
(sababaraha menit kemudian)
Sansan         : taraaaaaaaaa... geus beres yeuh, make mejik saeutik da tadi teh..
Adet            : cik hayang ningali! Mana kaca ?
Sansan         : yeuh, tapi tong soak nya..
Adet            : insyaAllah..
Alaaahh.. Naon ieu ? (bari soak)
Sansan         : ampuuunn.. ampuunnn.. ampuuunnn... (sieun jeung pasrah)
Adet            : alus euy... (bari seuri)
Sansan         : aduuuhh.. aing mah reuwas euy...
Adet            : hahahaha (seuri bangga)
(sementara itu.. Afifah, Nadia, jeung Indri geus indit)
Adet            : hayu atuh ah, geus beres kan ?
Sansan         : Aha! Aya hiji deui.. SAPATU!
Adet            : oh enya,, pinter iiihh, hahaha
Sansan         : enya sip lah..
                    Ting tiring tring tring.. teng teng teng teng teng..
                    Arbakaridabraaa..
Adet            : asiik ah, hayu urang indit atuh..
Sansan         : hayu..
(Adet & Peri ka istana. Tapi jalan kaki, da batre tongkat mejikna beaakk..)
Adet            : asik euy, kabagean euy! Hahaha
Sansan         : tapi inget, mun geus jam 12, maneh kudu geura-geura balik..
Adet            : naha kunaon kitu ?
Sansan         : eta mejik bakalan leungit, da batrena geus beak.. pangpangna mah, BISI DICULIK..
Adet            : oh kitu, nya enggeus atuh, maneh balik deui weh jug, tong milu..
Sansan         : naha kunaon ?
Adet            : engke urang jadi era mamawa maneeh..
Sansan         : ah sedih.. Tega ih maneh mah L
Adet            : haha.. heureuy atuhh.. dadaaaaahh.. haha
Sansan         : nya, dadaaaahh..

(Di istana..)
Aji     : ya allooooh meni kararasep kieu … nya lok
Elok   : nya ihh… komodeui pangeranna nya…
Aji     : eh tapi da pangeran mah pasti milih putri.. siga nu di pilem pilem tea… boro boro urang mah
Elok   :heu euh da maneh mah buruk rupa…
Aji     :maneh we urang mah henteu…
Elok   : maneh we…
Aji     : ihh …maneh we
Elok   : MANEEEHH….
Aji     : geus ahh… gandeng…. Cicing maneh… JEMPE…
Elok   :  Bae weee….
(samentara eta..)
Edo    : ayah, nyuhunkeun doa restuna nya..
Ahmad: enya sok.. sing lancar nya, neangannana.. bapa geus beakkeun biaya keur
   pesta ieu..
Edo    : insyaAllah..
****
Elok   :  iiiiiiiiiihhh  abi…. resep ka pengawal eta .. ETA nu eta…
Aji     :nu mana?? Nu eta lain?? (slah nunjuk)
Elok   : lain ari maneh… teuing ahh..
Aji     :eh lok, tingali geura aya jelema nu kasep..
Elok   : heu euh nu eta tatadi teh….
             Waw.. aduh… dag dig dug ieu jantung..
Aji     : alah siah ieu jantung kuring dek kaluar…
(Choe ngadeukeutan aji jeung elok)
Elok   : alahh ngadeukeutan urangg
Aji     : aduuuh kumaha ieu…
Choe  : HAALOOOO… sadayana (bari tebar pesona)
 Aji    : (salting) ehh.. akang….
Elok   : hehe akang… akang kaseep iih. Abi bogoh daa..
Choe  : hoho.. abi mah ti lahir ge tos kasep
Aji     : akang… nikah sareng abi yuu..
Choe  : (bingung) aduuhh naha jadi kieu
(parebut)
Aji     : naon ihh da choe mah bogoheun ka abi
eloK   :ohh… tue bisa.. kuring ti heula nu ningali. Hayu ahh kang urang nikah??
          (bari ngabetot leungeun si choe)
Choe  : aduhh.., nyeri euy… AWW. Nya geus atuh 2 nana we nya HAHA (muka bangga)

(Sajam kemudian.. si Adet datang..)
Edo    : aduh cenat-cenut euy (backsound smash)
Adet  : hallloo.. sadayanaaa... (bari centil)
Edo    : dag dug dag dug euy...
(edo nyamperkeun adet)
Adet  : aduh siah,, kaseeeepp.. jual mahal ah..
Edo    : eneng, kenalan yuk.. namina saha ?
Adet  : ah.. naon sihh.. (api-api judes)
Edo    : aduh eneng, tong judes atuh neng.. dansa yu sareng abdi..
Adet  : hayu atuh hayu..
(basa keur dansa, jam dinding disada..)
MPRANG MPRENG MPRUNG...... sora jam nunjukeun jam 12 tengah peuting
Adet  : alah,,, kumaha atuh kang.... abdi ayeuna bade uih wae kulantaran tos tengah peuting.
Edo    : naha make jeung balik sagala???? Engke waka atuh ieu pesta teh nepika subuh.... naha kunaon ari anjeun??? Suluh can di pareuman??
Adet  : dah akaaang....
Edo    : itu geura,,, na kadon indit... dagoan beib ( bari lumpat ngudag cinderela )
Cinderella lumpat kaluar ti istana. Sapatuna leupas, leupas sabeulah di teras karajaan.
Edo    : hmmmm, aku tau apa yang sekarang harus aku lakukan (wkwkwkwk)
Adet  : (ti jauh) hampura kaaang.... kereta,, geuwat atuh geura lumpat... (kereta kencana mulai rubah jadi andong)
Edo    : ayeuna, kuring kudu neang eta awewe nu boga sapatu ieu. Kumaha carana, kuring kudu papanggih jeung awewe eta....

Di imahna cinderella ngalamun , manehna sedih bari nempo sapatu nu hiji deui..jol weh ibu peri
Adet           : ahhh,,, sedih kuring mah euy.... keur mah sapatu can lunas, geus deuih leungit tinggaleun.
Sansan         : kunaon atuh ari maneh cinderela??? Montong ngalamun wae atuh,,, bisi langsing maneh teh... ke ibu peri aya saingan mun maneh langsing mah...
Adet           : euleuh,, meni pede kitu nyebut sorangan langsing.... atuh da kumaha nya,,, kuring teh keur sedih... naha tadi bet poho sagala...
Sansan         : make jeung sedih!!!!! Montong sedih wae atuh ari maneh....  da meneh engke bakalan papanggih jeung si pangeran.... percaya jig ka ema..........
Adet           : bener mak????
Sansan         : bener... percaya atuh ka ema....
(di istana pangeran curhat tentang awewe anu ninggalkeun sapatu sabeulah )
Edo              : bapa,abdi geus manggih awewena, !tapiiii,,,,,, !!!
Ahmad         : tapi naooon?
Edo              : basa keur pesta dansa kamari manehna kabur jeung dinggalkeun sapatu ieu ! (bari nunjukeun sapatuna )
Ahmad         : nya enggeus we atuh titah pangawal ngabewarakeun ka gadis-gadis anu aya di dayeuh ieu,!
Isukna, pangeran ngider ka dayeuh... tujuan terakhir ka imah si ADET.   (lagu anak-anak “sepatu kaca”)
Choe            : assalamualaikuuuuummm...
Afifah         : walaikum salam.... punten teu menerima sumbangan....
Choe            : kuring saparakanca kadieu sanes kanggo neang sumbangan... tapi kanggo neang saha jalema nu boga sapatu ieu.... punten,,, ari didieu aya budak gadis sabaraha??? Bade nyobian moal???
Afifah         : oh kitu.... nya bade atuh upami ari kitu mahh....
Afifah         : indriii,,, nadia.... geuwat kadieu.... ieu aya pangeran neang maraneh....
Indri           : pasti eta sapatu mahi ka kuring...
Nadia           : ngacoooo!!!!! Eta mah pastina mahi ka urang..... montong ngahayal!!!!
Indri           : euhh,,, maneh meureun nu ngahayal mah!!!
Choe            : bu naha kadon mawa anak monyet lain anak jelema ?
Indri           :mamah abi di sebut anak monyet!
Edo              :eh montong kitu ,sakituge ciptaan allah , sok bu titah nyobian sapatuna eta anak monyet  teh
Choe            :jadi,,, bade nyobianna moal ieu teh?? Kadon raribut!
Afifah         : nya janten atuh akang..... indri, nadia....! meunggeus maraneh teh montong garelut wae... montong ngerakeun atuh....!!!!!!!!
Nadia           : maneh ngamimitian atuh ndri!!!!
Indri           : maneh siah
Afifah         : meunggeuss,,, tah cobaan
Nadia           : ahhh,,, teu cukup gening ieu sapatu teh
Indri           : euheueuheuhhhh.... matak montong ngahayal maneh teh... ( bari nyobian).... ahhhhh,,, geningan teu mahiiii......
Choe            : dedengean teh lain didieu mah aya 3 gadis???
Afifah         : ahhh,,, gosiip eta mah.... di imah ieu mah euweuh nu ngarana cinderella.... alamak... keceplosaann..
Choe            : geuwat panggil si cinderella ka dieu.... soalna eta gadis ngan hiji hijina deui nu acan nyobian ieu sapatu di dayeuh ieu...
Adet            : aya naon ieu teh ribut ribut???
Choe            : mangga atuh neng, geura cobian ieu sapatu........
Adet            : sumuhun kang bade dicobaan,tapi punten sampeanna rorombeheun!
Choe            : iyey, tapi teu sawios we !sok cobian we !!
( cinderela terus nyobian sapatuna )
Choe            : alaaah,,gening Cukup??
Adet            : Muhun,kang da abdi oge gaduh pasanganna,kela nya tunguan abdi nyandak heula pasanganna !!
Choe            : berarti ieu gadis anu di maksud ku Pangeran .
Edo              : waaaawww,amazing ,, neng hayu kawin yu neng !!!
Adet            : alllllaaaahhh,,akang meni buru-buru..
Edo              : bae ahh.. geus teu kuaaat…
Adet            : nya hayu atuh akang..
Edo              : Alhamdullilah… ya alloooohh…. Akhirna abdi gaduh oge
          Ahirna, Adet jeung Edo jadi nikah.. tuluy weh hirup bahagia, jeung ngabogaan anak, tuluy jadi aki-aki nini-nini, tuluy gegeringan, tuluy weh maot.
Tamat

BABAK AHIR
Aji     : Enggeusan ? (beungeut heran)
Elok   : (colohok) heueuh meureun..
Aji     : ah naon teu rame..
Elok   : aduh, rugi aing mah meuli kaset teh..
Aji     : Duruk we atuh kaset na..
Elok   : heueuh, tapi euweuh seuneuna, alungkeun we lah ka walungan..
Aji     : heueuh sok.. tapi ku urang
Elok   : embung, ku urang.. (parebut)
Aji     : nya enggeus atuh ku maneh..
Elok   : embung ah ku maneh weh..
Aji     : ah embung.. (kaset potong)
          Aaaaaaahh.. potong... ah nya geus lah, jang urang we nya
Elok   : embung, urang anu meuli
Aji     : top atuh tah.. urang balik ah.. dadah.. Assalamualaikum..
Elok   : eh maneh mah teu puguh pisan..nya geus lah, walaikumsalam..

semoga bermanfaat bro . . . . :*

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management